Manusia Bersahabat dengan Anjing sejak Jaman Purba
- 01 Apr 2026 19:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Penelitian terbaru dalam jurnal Nature mengungkapkan bahwa hubungan persahabatan antara manusia dan anjing ternyata sudah terjalin sejak 14.000 tahun lalu. Temuan ini membuktikan bahwa anjing telah terpisah secara genetik dari serigala jauh sebelum manusia mulai mengenal sistem bercocok tanam.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, ahli paleogenetika di Universitas Ludwig Maximilian Munich Jerman, Lachie Scarsbrook menyebut hewan purba ini sebagai "Anjing Pisau Swiss" karena kemampuannya beradaptasi dalam berbagai peran budaya di masa lalu. Anjing-anjing ini tidak hanya sekadar peliharaan, tetapi juga berperan penting sebagai penjaga, pembantu berburu, hingga bagian dari ritual adat.
Para arkeolog sering menemukan tulang taring yang dikubur bersama manusia, namun tidak semua temuan tersebut bisa langsung dikategorikan sebagai anjing domestik. William Marsh, ahli paleogenetika di Natural History Museum London, menjelaskan bahwa banyak kerangka yang awalnya dikira anjing ternyata terbukti secara DNA sebagai serigala liar setelah diteliti lebih lanjut.
Pakar genetika evolusi di Universitas East Anglia Inggris, Anders Bergström bersama timnya melakukan pencarian besar-besaran dengan mengambil sampel dari 216 kerangka taring di berbagai situs kuno di wilayah Eropa. Sampel tertua yang teridentifikasi sebagai anjing ditemukan di Swiss dan diperkirakan telah berumur sekitar 14.200 tahun.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Scarsbrook dan Marsh juga memeriksa sisa DNA inti sel serta mitokondria dari temuan di Turki dan Inggris. Hasil analisis menunjukkan adanya garis keturunan anjing yang konsisten dan serupa di seluruh benua Eropa sejak ribuan tahun silam.
Meskipun penampilan fisik mereka belum diketahui pasti, para ahli menduga anjing purba ini memiliki rupa yang sangat menyerupai serigala berukuran kecil. Menariknya, gen dari anjing-anjing ini masih bertahan hingga kini pada ras modern seperti German Shepherd dan St. Bernard.
Analisis DNA juga mengungkap fakta unik bahwa para petani zaman dahulu tidak memusnahkan anjing milik populasi lokal saat mereka bermigrasi. Mereka justru membaurkan anjing-anjing lama tersebut ke dalam populasi mereka sendiri, menunjukkan adanya rasa menghargai terhadap hewan tersebut.
Krishna Veeramah, seorang ahli genetika populasi di Universitas Stony Brook New York, mengatakan bahwa proses domestikasi ini adalah perjalanan panjang yang terjadi secara bertahap selama bergenerasi-generasi di luar wilayah Eropa. Misteri mengenai kapan tepatnya anjing pertama muncul akan tetap menjadi teka-teki indah yang terus digali oleh para ilmuwan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....