Misteri Abadi di Balik Asal-usul April Mop
- 01 Apr 2026 13:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Perayaan April Mop yang penuh dengan lelucon jahil setiap tanggal 1 April ternyata menyimpan sejarah yang masih menjadi teka-teki bagi para sejarawan. Meskipun tradisi ini sudah ada setidaknya sejak tahun 1500-an, para ahli belum bisa memastikan kapan dan di mana momen pertama kemunculannya.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, folkloris Stephen Winick menjabarkan tiga teori kuat mengenai asal-usul hari bagi para "orang bodoh" ini, yang berasal dari Inggris dan Prancis. Salah satu bukti tertulis tertua ditemukan dalam karya penyair Geoffrey Chaucer berjudul Nun’s Priest’s Tale yang diterbitkan sekitar tahun 1390.
Puisi Chaucer tersebut mengisahkan seekor ayam jantan dan rubah yang saling menipu tepat tiga puluh dua hari setelah bulan Maret dimulai. Namun, beberapa sarjana meragukan teori Inggris ini karena menduga adanya kesalahan tulis yang dilakukan oleh juru tulis pada abad pertengahan.
Teori lainnya berasal dari Prancis yang mengenal tradisi Poisson d’Avril atau "Ikan April" dengan menempelkan kertas berbentuk ikan di punggung orang lain. Penyair Eloy D’Amerval dalam karyanya Book of Deviltry pada tahun 1508 sudah menyebutkan istilah "Ikan April" yang merujuk pada orang-orang bodoh.
Ada juga dugaan bahwa kekacauan kalender pada masa Raja Charles IX menjadi pemicu munculnya perayaan unik bagi masyarakat Prancis ini. Ketika Edict of Roussillon menetapkan tahun baru jatuh pada 1 Januari, banyak "orang bodoh" yang bersikeras tetap merayakannya pada bulan April.
Di sisi lain, akar tradisi ini juga sering dikaitkan dengan festival kuno Hilaria di Romawi yang dirayakan untuk menghormati dewi kesuburan Cybele. Sejarawan Herodian mencatat bahwa dalam festival tersebut, setiap orang bebas menyamar dan berperan menjadi siapa saja untuk menipu identitas aslinya.
Budaya Timur juga memiliki perayaan serupa seperti festival Holi di India serta tradisi Sizdah Bedar dari Iran yang penuh dengan kebohongan jenaka. Pakar folklor Alan Dundes menyatakan bahwa setelah satu abad penelitian, pengetahuan manusia tentang alasan spesifik pemilihan tanggal 1 April tetaplah minim.
Terlepas dari perdebatan para ahli, momen musim semi memang selalu menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah musim dingin yang kaku. Jadi, baik Anda seorang pengikut Poisson d’Avril atau sekadar penyuka jahil, selamat menikmati tradisi kuno yang penuh kegembiraan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....