Mengenal Gelombang 1,4 GHz pada Layanan 5G FWA IRA
- 29 Mar 2026 14:06 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Layanan internet komersial berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) bernama IRA (Internet Rakyat) resmi diluncurkan pada 19 Februari 2026 dan mencetak sejarah sebagai layanan 5G FWA komersial pertama di dunia yang beroperasi menggunakan gelombang frekuensi 1,4 GHz. Dihadirkan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge/WIFI), layanan IRA menawarkan internet rumah nirkabel berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps tanpa batas kuota (unlimited) dengan harga terjangkau, yakni Rp100.000 per bulan.
Pemilihan gelombang frekuensi 1,4 GHz untuk teknologi FWA memiliki keunggulan strategis yang spesifik. Secara teknis, spektrum pita 1,4 GHz menawarkan daya tembus sinyal ke dalam ruangan (indoor penetration) yang sangat kuat. Karakteristik gelombang ini memastikan kualitas koneksi tetap stabil dan andal, meskipun pengguna berada di area permukiman urban yang padat atau di dalam bangunan bertingkat. Pita ini memberikan keseimbangan optimal antara efisiensi biaya infrastruktur dan luas cakupan sinyal.
Dalam dunia telekomunikasi nirkabel, gelombang frekuensi (spektrum) menentukan dua hal yang selalu tarik-menarik: Jangkauan Sinyal (Coverage) dan Kecepatan Data (Capacity). Spektrum 1,4 GHz berada pada rentang yang sering disebut sebagai Lower Mid-Band (Pita Menengah Bawah). Frekuensi ini memiliki karakteristik fisik yang sangat diincar oleh penyedia layanan internet nirkabel rumah karena menawarkan "keseimbangan yang sempurna".
Karakteristik Kunci Spektrum 1,4 GHz:
- Daya Tembus Ruangan (Indoor Penetration) yang Superior: Semakin tinggi sebuah frekuensi (misalnya 3,5 GHz atau mmWave), kecepatan internetnya memang semakin "buas", tetapi gelombangnya mudah mati atau melemah jika terhalang tembok beton, pepohonan, atau kaca. Sebaliknya, gelombang 1,4 GHz memiliki panjang gelombang yang mampu menembus rintangan fisik bangunan dengan sangat baik. Karena perangkat CPE/Modem FWA umumnya diletakkan di dalam rumah, daya tembus sinyal ini menjadi syarat mutlak agar koneksi tetap stabil.
- Keseimbangan Jangkauan dan Kecepatan (The Sweet Spot): * Frekuensi rendah (misal 700 MHz) bisa menjangkau area yang sangat luas, tapi kapasitas datanya kecil (lambat). Frekuensi 1,4 GHz mampu membawa kapasitas data yang cukup besar (mampu memberikan kecepatan internet rumah hingga 100 Mbps secara stabil), sekaligus memiliki jangkauan pancaran menara BTS yang cukup luas.
- Efisiensi Infrastruktur: Karena jangkauannya yang relatif luas dengan daya tembus yang baik, perusahaan penyedia internet (seperti IRA) tidak perlu membangun menara BTS terlalu rapat. Satu menara bisa melayani area perumahan yang lebih luas secara efisien.
Dalam operasionalnya, perusahaan menargetkan pengaktifan lebih dari 5.500 site pemancar di sepanjang tahun 2026 untuk melayani wilayah Region-1 (Jawa, Maluku, dan Papua). Untuk mempercepat penetrasi massal, IRA juga menggratiskan biaya instalasi dan penyewaan modem bagi para pelanggannya. Langkah komersialisasi pita 1,4 GHz ini sejalan dengan target Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menghadirkan akses internet cepat dan murah guna menjembatani kesenjangan digital di Indonesia. Jaringan nirkabel IRA ini terintegrasi langsung dengan jaringan backbone serat optik nasional milik induk usahanya (Surge), guna menopang kapasitas jaringan (backhaul) berukuran besar saat melayani target 5 juta penggunanya di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....