Algoritma Cepat Berubah, Produk tanpa Iklan Sulit Terlihat di Marketplace

  • 27 Feb 2026 14:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Algoritma marketplace yang dinilai terlalu sering berubah menjadi keluhan pelaku UMKM. Salah satu pelaku usaha di Cirebon menyebut perubahan itu dapat terjadi hampir setiap dua bulan.

“Sekarang permasalahan utamanya adalah sistem atau algoritma. Itu hampir setiap dua bulan sekali itu berubah,” kata pemilik Mawar Fashion, Didi Kusnadi saat dihubungi RRI pada Rabu 25 Februari 2026.

Ia mengibaratkan algoritma seperti jalur jalan yang tiba-tiba ditutup sehingga pedagang harus memutar arah. “Saya analogikan seperti ini, jalan itu ditutup, kita harus memutar melalui jalur yang baru,” katanya.

Menurutnya, perubahan tersebut berdampak pada distribusi trafik pembeli dari wilayah tertentu. Target pasar yang sebelumnya dominan di Jakarta, misalnya, bisa tiba-tiba menurun.

“Biasanya saya sasarannya tuh yang banyak belanja di wilayah Jakarta gitu, kok sekarang enggak ada yang belanja di Jakarta, algoritma berubah,” ujarnya. Ia menyebut sistem dapat mengalihkan trafik ke wilayah lain secara bergantian.

Satu-satunya cara untuk tetap tampil di beranda pengguna adalah dengan mendorong iklan berbayar. “Satu-satunya bisa di-push iklan jor-joran gitu,” katanya.

Kondisi ini membuat pelaku UMKM harus terus beradaptasi dengan perubahan sistem digital. Tanpa kemampuan membaca pola pasar, penjualan dapat menurun secara tiba-tiba.

Ia mengaku terus memanfaatkan fitur rating dan ulasan pelanggan untuk menjaga kepercayaan konsumen. Reputasi toko menjadi modal penting dalam persaingan daring.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....