Komunitas C3 Cirebon dorong Pengolahan Sampah TPS guna Kurangi Beban TPA
- 22 Feb 2026 15:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pengelolaan sampah di Kota Cirebon dinilai perlu inovasi agar tidak menumpuk terlalu lama di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Meski masyarakat mulai tertib membuang sampah, keterlambatan pengangkutan ke TPA masih kerap terjadi.
Anggota Kehormatan Clean Culture Community (C3) Indonesia, Prof. DR. Deden Lesmana, menilai persoalan utama bukan pada kesadaran warga, melainkan sistem pengelolaan setelah sampah tiba di TPS. Ia mendorong agar sampah yang masuk tidak hanya menunggu diangkut, tetapi langsung diolah.
Menurutnya, skema pengolahan di TPS dapat menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan cara ini, potensi pembusukan dan pencemaran bisa diminimalkan.
“Ke depan, kami sebagai komunitas ingin agar ketika sampah sampai di TPS, sampah tersebut langsung diolah terlebih dahulu” ujar Deden Lesmana pada RRI Sabtu, 21 Februari 2026.
Salah satu teknologi yang ditawarkan adalah mesin pemilah sampah Gibrig yang mampu memisahkan sampah organik dan non-organik secara otomatis. Mesin ini dinilai lebih efektif dibanding metode pemilahan manual.
Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dengan tambahan agen hayati seperti mikrobakteri. Sementara sampah non-organik bisa diproses menjadi bahan bakar RDF maupun campuran aspal.
Praktik pencampuran plastik sebagai bahan aspal bahkan telah diterapkan di sejumlah daerah. Plastik dicacah, dibersihkan, lalu dicampur dalam aspal panas bersuhu sekitar 200 derajat Celsius untuk tambal jalan.
“Artinya, jika pengelolaan dilakukan dari TPS, volume sampah yang dikirim ke TPA akan berkurang. Sampah tidak akan dibiarkan membusuk di TPS,” ucap Deden Lesmana.
Ia menegaskan, solusi sampah harus berbasis teknologi dan nilai ekonomi agar berkelanjutan. TPS tidak lagi menjadi titik penumpukan, melainkan pusat pengolahan produktif bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....