Sains Modern Temukan Cara Baru Atasi Nyeri Kronis
- 11 Feb 2026 08:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Satu dari sepuluh orang di seluruh dunia kini hidup dengan nyeri kronis yang sulit disembuhkan oleh dunia medis. Para dokter mulai mengubah sudut pandang bahwa nyeri bukanlah sekadar saklar mati-nyala, melainkan percakapan dinamis antara tubuh dan otak.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, riset terbaru mengalihkan fokus pada saraf sensorik untuk mengubah sinyal bahaya sebelum otak membentuk persepsi rasa sakit. Nyeri sebenarnya tidak terjadi pada bagian tubuh yang terluka, melainkan dikonstruksi sepenuhnya di dalam otak manusia.
Rasa takut terhadap nyeri dapat menciptakan jalur saraf permanen yang terus mengirimkan sinyal waspada meski luka telah sembuh. Kondisi ini sering kali memicu siklus nyeri kronis yang berdampak buruk pada gerakan tubuh dan kesehatan mental.
Dr. Amy Baxter mengembangkan inovasi melalui perangkat getaran dan suhu dingin untuk mengganggu pengiriman sinyal nyeri tersebut. Getaran mekanis akan mengaktifkan saraf peraba yang kemudian bersaing dengan sinyal rasa sakit di sumsum tulang belakang.
Penelitian pada tahun 2025 menunjukkan bahwa stimulasi mekanis jauh lebih efektif dibandingkan stimulasi listrik dalam mencegah nyeri akut menjadi kronis. Perangkat ini memberikan pasien kendali penuh untuk mengelola rasa sakit mereka secara mandiri tanpa ketergantungan obat.
Selain itu, teknologi gelombang ultrasonik juga mulai digunakan untuk menjangkau saraf perifer yang terletak jauh di dalam jaringan tubuh. Metode ini terbukti mampu meredakan nyeri secara real-time sekaligus mengurangi peradangan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Meskipun sistem pertahanan tubuh sangat kompleks, gangguan pada transmisi sinyal nyeri terbukti mampu memberikan kesempatan bagi tubuh untuk pulih. Terobosan ini meyakinkan pasien bahwa bergerak kembali adalah obat terbaik untuk memutus siklus nyeri yang menyiksa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....