Mahasiswa Didorong Pahami Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial
- 06 Feb 2026 16:12 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Seminar Nasional bertema “Membangun Literasi Digital di Era Kecerdasan Artifisial” digelar di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Kamis 5 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Relawan TIK Jawa Barat, Muhammad Arifin, sebagai salah satu narasumber.
Dalam pemaparannya, Arifin menekankan pentingnya literasi digital sebagai kunci menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial. Ia mengatakan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak agar memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Fenomena teknologi yang hari ini masuk ke kita semua tidak boleh menjadi kesenjangan antara teknologi dan masyarakat, tetapi harus menjembatani kesenjangan tersebut,” katanya. Menurutnya, literasi digital menjadi cara efektif untuk meminimalkan dampak negatif teknologi sekaligus memperkuat dampak positifnya.
Arifin menjelaskan bahwa perkembangan teknologi selalu memunculkan kekhawatiran baru, sebagaimana pernah terjadi ketika kamera pertama kali ditemukan. Ia menilai kondisi serupa kini terjadi dengan kecerdasan artifisial yang mengubah cara manusia bekerja dan berkarya.
“Sejarah berulang, ketika teknologi baru muncul selalu ada kekhawatiran, tetapi yang penting adalah sisi kognitif dan kemampuan manusia beradaptasi,” ujarnya. Ia menambahkan mahasiswa perlu memahami teknologi tidak hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan sosial.
Baca juga: Literasi Digital Menjadi Bekal Pemuda Hadapi Era AI
Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga menyoroti maraknya penyalahgunaan teknologi AI, seperti deepfake dan penipuan digital. Ia mencontohkan kasus video manipulasi tokoh publik yang digunakan untuk menipu masyarakat.
“Banyak orang masih belum bisa membedakan mana informasi asli dan mana yang dibuat dengan AI, sehingga literasi digital menjadi sangat penting,” katanya. Ia menegaskan kemampuan berpikir kritis dan verifikasi informasi harus terus ditingkatkan.
Selain itu, Arifin menyebut kesenjangan digital saat ini tidak lagi berkaitan dengan akses internet, melainkan pemahaman penggunaan teknologi. Ia menilai sinyal dan infrastruktur digital sudah semakin merata, tetapi kemampuan memanfaatkan teknologi masih perlu ditingkatkan.
“Digital divide hari ini bukan lagi soal akses sinyal, tetapi soal pemahaman dasar penggunaan teknologi digital,” katanya. Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, media, dan sektor swasta dalam meningkatkan literasi digital.
Seminar ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi agen literasi digital di masyarakat. Arifin menutup pemaparannya dengan ajakan agar seluruh pihak bersama-sama meningkatkan pemahaman teknologi di era kecerdasan artifisial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....