SLB Taruna Mandiri Perkuat Pendidikan Disabilitas Jabar
- 08 Jan 2026 15:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Yayasan Taruna Mandiri memperingati perjalanan panjang pengabdiannya di bidang pendidikan khusus dalam momentum peringatan ulang tahun yang digelar pada Januari 2026. Kegiatan ini menandai 18 tahun berdirinya yayasan sekaligus merujuk pada tonggak sejarah sejak 18 Januari 1997, dengan mengusung tema “Disability to Infinity”.
Ketua Yayasan Taruna Mandiri, Dr. Carlan menyampaikan bahwa perjalanan yayasan tidak lepas dari keputusan besar yang diambil. Hal itu demi memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
“Merintis sekolah berat, akhirnya kami bersepakat dari tujuh SLB yang dimiliki, empat kami hibahkan kepada pemerintah. Maka SLB Taruna Mandiri sejak 8 Januari resmi menjadi SLBN,” ujar Dr. Carlan, di SLBN Taruna Mandiri, Kuningan, Jawa Barat. Pada Kamis 8 Januari 2026.
Ia menegaskan, perubahan status tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang sangat berarti bagi yayasan.
“Hari ini adalah perjalanan panjang yang begitu berarti. Dari semua sekolah, SLBN Taruna Mandiri diarahkan menjadi sekolah vokasi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, M.Pd, yang hadir mewakili Pemprov Jabar, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Yayasan Taruna Mandiri.
“Kami sudah menyusun sebuah sistem yang memungkinkan pelayanan pendidikan khusus tidak harus berbentuk sekolah besar, tetapi juga melalui unit-unit kecil,” kata Deden.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat.
“Pak Kadis tidak bisa hadir karena di waktu yang bersamaan sedang mendampingi Pak Menteri beserta seluruh Dirjen di Garut untuk peresmian sekolah-sekolah vokasi SLB yang direvitalisasi. Beliau menyampaikan salam hormat kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Deden juga mengumumkan capaian prestasi SLB Taruna Mandiri.
“SLB Taruna Mandiri meraih peringkat kedua dalam penghargaan Gapura Pancawaluya. Hadiahnya senilai Rp1,5 miliar yang diberikan oleh Pak Gubernur dalam bentuk sarana, bukan uang tunai,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. “Silakan dimanfaatkan hadiah tersebut untuk kepentingan anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,” ucapnya.
Deden menjelaskan bahwa di Kabupaten Kuningan saat ini baru terdapat empat SLB negeri, sementara sisanya masih dikelola masyarakat dan yayasan.
“Sekitar 2,5 persen anak berkebutuhan khusus di Kuningan masih tersebar di kabupaten dan kecamatan dan belum seluruhnya terlayani. Kami mohon dukungan Pak Bupati agar ke depan akses pendidikan ini semakin diperluas,” katanya.
Menutup sambutannya, Deden memberikan penghormatan khusus kepada Dr. Carlan. “Saya pribadi merinding melihat pengabdian beliau. Disabilitas bukan keterbatasan, melainkan keistimewaan dalam melayani pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus,” tuturnya.
Acara berlangsung khidmat dan penuh apresiasi, menjadi simbol komitmen bersama untuk terus menghadirkan pendidikan inklusif dan bermartabat bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....