Cold Moon Terangi Langit Indonesia 4 Desember 2025
- 04 Des 2025 15:33 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Fenomena alam kembali menghiasi langit di penghujung tahun 2025. Setelah beberapa kali kemunculan Supermoon pada tahun ini, satu lagi peristiwa langit akan menjadi penutup yang istimewa bagi para pencinta astronomi maupun masyarakat umum.
Bulan purnama terakhir tahun ini diprediksi tampil lebih cerah dan megah, membawa suasana khas yang sejak lama dikaitkan dengan perubahan musim dan ritme alam. Fenomena tersebut dikenal sebagai Cold Moon, purnama yang dalam tradisi masyarakat adat Mohawk serta berbagai budaya agraris kuno diberi nama untuk menandai datangnya musim dingin di belahan Bumi utara.
Nama ini lahir dari kebiasaan menautkan fase-fase Bulan dengan kondisi alam, sehingga setiap purnama membawa makna dan cerita tersendiri. Cold Moon kerap dimaknai sebagai momentum refleksi, penutup perjalanan satu tahun, sekaligus simbol dari malam-malam yang semakin panjang.
Dilansir dari laman pendidikan-sains.fmipa.unesa.ac.id, tahun ini, Cold Moon hadir dengan keistimewaan tambahan karena berstatus sebagai Supermoon. Posisi Bulan yang berada lebih dekat dari jarak rata-rata membuatnya tampak sedikit lebih besar dan terang di langit malam.
Menurut kalender astronomi internasional, puncak fase purnama terjadi pada 4 Desember 2025 pukul 23.14 UTC, atau bertepatan dengan 5 Desember 2025 pukul 06.14 WIB, 07.14 WITA, dan 08.14 WIT di Indonesia. Meski puncak tersebut terjadi setelah Matahari terbit, keindahan fenomenanya tetap dapat diamati pada malam sebelumnya, Kamis 4 Desember 2025, ketika Bulan mulai terbit di ufuk timur sekitar pukul 18.00-18.30, waktu setempat saat matahari terbenam.
Pada momen terbit tersebut, Bulan biasanya tampak dramatis. Warnanya bisa berubah menjadi kekuningan hingga jingga saat berada rendah di cakrawala, diperkuat efek ilusi optik yang membuatnya terlihat lebih besar.
Pengamatan kemudian dapat dilanjutkan hingga tengah malam selama cuaca cerah dan langit bebas dari polusi cahaya. Lokasi terbuka seperti pantai, lapangan luas, atau daerah perbukitan menjadi tempat ideal untuk menikmati pemandangan ini.
Walaupun perbedaan ukuran Supermoon terkadang tidak terlalu mencolok, kombinasi posisi Bulan yang dekat dengan Bumi serta atmosfer musim yang sering lebih jernih menjadikan Cold Moon 2025 sebagai salah satu penampilan purnama terbaik tahun ini. Peristiwa ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menjadi pengingat akan hubungan manusia dengan siklus alam yang telah dipahami sejak zaman kuno. (Sumber: pendidikan-sains.fmipa.unesa.ac.id/Evania Sema/IPB Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....