Kemana Perginya Hewan Saat Bencana Datang?
- 03 Des 2025 09:35 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Ketika bencana alam datang tanpa peringatan, manusia sering kali terfokus pada keselamatan diri dan keluarga. Namun, pernahkah kita bertanya ke mana perginya hewan-hewan yang hidup berdampingan dengan kita?
Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik! Perilaku hewan sebelum dan selama bencana memang menunjukkan naluri dan kepekaan yang luar biasa terhadap perubahan lingkungan. Secara umum, ke mana perginya hewan saat bencana datang sangat bergantung pada jenis hewan, jenis bencananya, dan seberapa awal mereka merasakan tanda-tanda bahaya.
Banyak laporan dari beberapa penelitian, bahkan sejak zaman kuno, para ilmuwan mencatat bahwa hewan menunjukkan perilaku aneh atau migrasi jauh sebelum bencana besar terjadi, seperti gempa bumi atau tsunami. Ini disebabkan oleh indra mereka yang jauh lebih sensitif daripada manusia.
Dilansir dari laman adexco.id, hewan memiliki ketajaman indera yang sangat peka dan berbeda dari manusia. Sebagian di antara mereka bahkan menggunakan kemampuan khusus seperti biosonar pada kelelawar atau mendeteksi sinyal elektromagnetik di lingkungan.
Kemudian, impuls listrik pada hewan dapat diteruskan ke otak melalui berbagai reseptor. Ada lima jenis reseptor utama, yaitu chemoreceptors yang merespons zat kimia, mechanoreceptors yang peka terhadap rangsangan fisik, thermoreceptors yang mendeteksi perubahan suhu, nociceptors yang merasakan nyeri, serta photoreceptors yang menangkap cahaya.
Selain itu, jika manusia hanya bisa mendengar suara antara 20 Hz hingga 20.000 Hz, hewan memiliki jangkauan yang jauh lebih luas, mulai dari 16 hingga 150.000 Hz. Gempa bumi menghasilkan gelombang infrasonik yang tidak terdengar oleh manusia, tetapi dapat dirasakan oleh hewan seperti paus biru, merpati, hingga alligator.
Beberapa hewan juga mampu merasakan perubahan medan magnet di sekitarnya. Belut listrik dan hiu, misalnya, memiliki elektroreseptor khusus yang membuat mereka dapat mendeteksi variasi elektromagnetik di lingkungan tempat mereka hidup.
Perginya hewan saat bencana adalah respons langsung terhadap sinyal bahaya alam yang mereka deteksi dengan indra super sensitif mereka. Bagi hewan liar, ini adalah migrasi atau perpindahan strategis ke tempat yang secara naluriah mereka ketahui lebih aman.
Bagi hewan peliharaan, ini seringkali merupakan reaksi panik untuk bersembunyi atau melarikan diri. Kepekaan indera yang jauh melampaui manusia membuat mereka bisa merasakan bahaya lebih awal dan mencari perlindungan sebelum bencana terjadi.
Memahami hal ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga mengingatkan kita bahwa hewan memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem. Dengan menghargai dan melindungi mereka, kita juga ikut menjaga keharmonisan alam yang menjadi rumah bagi semua makhluk. (Sumber: adexco.id/Shobilatul Fadhilah/IPB Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....