Pemkot Cirebon Bekali Pelaku Usaha Kompetensi Digital
- 01 Des 2025 18:21 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon : Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Cirebon kembali mendapatkan dukungan konkret dari pemerintah kota melalui pembukaan Pelatihan UMKM Go Global dan Go Modern serta Pelatihan Digital Marketing untuk Go Online dan Go Digital yang digelar DKUKMPP Kota Cirebon. Senin (1/12/2025)
Alih-alih sekadar pelatihan, agenda ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk membantu UMKM memanfaatkan teknologi dan platform digital yang jangkauannya tak lagi dibatasi ruang dan waktu.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati. Sebelum memasuki rangkaian acara, Wakil Wali Kota mengajak seluruh peserta menundukkan kepala dan berdoa untuk para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Mari kita panjatkan doa terbaik agar para korban yang wafat mendapat tempat yang mulia, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada DKUKMPP atas inisiatif yang dinilainya sangat relevan dengan kondisi UMKM saat ini. Ia menegaskan bahwa era digital dan persaingan global menuntut UMKM untuk tidak sekadar bertahan, melainkan bertransformasi.
“Keberadaan UMKM bukan sekadar penyangga ekonomi ketika situasi nasional tidak stabil. Mereka adalah motor penggerak yang membuka peluang kerja di akar rumput,” ungkapnya.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui dua inisiatif besar, Go Global–Go Modern dan Go Online–Go Digital. Menurut Wakil Wali Kota, peningkatan kualitas produk, standar kemasan, legalitas usaha, hingga manajemen yang lebih profesional merupakan langkah mendesak jika UMKM ingin memasuki pasar modern dan internasional.
“Produk Kota Cirebon harus memiliki kualitas yang diakui, bukan hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar yang lebih luas,” tuturnya.
Sedangkan Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menegaskan pelatihan ini dirancang sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi digital para pelaku usaha. Tahun ini, sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan.
“Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai pemasaran digital, pengelolaan media sosial, pembuatan konten kreatif, strategi branding online, hingga pemanfaatan analytic untuk meningkatkan performa bisnis,” jelasnya.
Iing menambahkan bahwa semangat untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM harus terus dijaga.
Ia juga menyebutkan pertemuannya dengan Ketua BP Rebana, Helmy Yahya belum lama ini, yang mendorong agar pelaku UMKM terus memperkuat kompetensi agar siap bersaing di kawasan ekonomi yang lebih luas.
“Kita punya kemampuan dan kemauan untuk naik kelas. Jangan berpuas diri pada produk yang sudah ada; pelaku UMKM harus terus berkembang dan menangkap peluang baru,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....