Inovasi BBWS Cimancis Lewat Pompa Air Panel Surya
- 01 Des 2025 17:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Musim kemarau sering jadi ancaman bagi para petani. Air sulit didapat, pompa berbahan bakar minyak mahal, listrik pun tak selalu tersedia. Saat ini lahir sebuah terobosan yakni pompa air tenaga surya. Energi gratis dari matahari kini mengalirkan air ke sawah tanpa biaya operasional yang besar.
Adalah sosok Dwi Agus Kuncoro Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) bersama timnya merancang teknologi yang bukan hanya menjawab masalah kekeringan, tetapi juga membuka jalan menuju pertanian modern yang ramah lingkungan.
Dwi Agus Kuncoro, mengungkapkan berbagai inovasi yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan kekeringan dan meningkatkan efisiensi pertanian di wilayah kerjanya. Inovasi tersebut meliputi pengembangan pompa air tenaga surya dan alat mesin pertanian (alsintan) yang ramah lingkungan.
Dwi Agus Kuncoro menjelaskan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi petani adalah kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik untuk pompa air, terutama saat musim kemarau. Oleh karena itu, BBWS Cimanuk-Cisanggarung berinisiatif membuat pompa air tenaga surya untuk mengatasi kekeringan."Kami membuat pompa air tenaga surya untuk kekeringan dan sudah selesai 100%. Kapasitas pompa ini bisa mengairi 13 hektar sawah," ujarnya.
Pompa 2 inch sudah selesai 100 persen dan mampu mengairi hingga 13 hektar sawah. Pompa 4 inch dengan kapasitas 18 liter/detik hampir rampung, bisa membantu mengatasi banjir kecil sekaligus mendukung kebutuhan perumahan.
Pompa 6 inch yang lebih besar sedang dalam tahap 80 persen pengerjaan, ditargetkan menjadi pompa banjir skala kecil. Semua pompa ini bekerja dengan energi matahari gratis, sehingga petani tak perlu lagi pusing memikirkan biaya BBM atau listrik. "Operasionalnya nol rupiah," tutur Dwi Agus Kuncoro.
Tak berhenti di pompa, Kepala BBWS Cimancis tersebut mengembangkan alsintan (alat mesin pertanian) berbasis panel surya. Ada traktor robotik yang bisa mengolah tanah, memupuk, sekaligus meratakan lahan. Mesin tanam yang juga bisa menyemprot pupuk dan mengendalikan gulma.“Alat pengusir tikus bertenaga baterai surya. Hingga mesin pengering gabah dan penggiling beras. Semua dirancang untuk meringankan kerja petani, menghemat air, dan meningkatkan hasil panen,” ucap Agus di Kantor Satker PSDA BBWS Cimancis jalan Pantura Ahmad Yani Kota Cirebon pada Senin (1/12/2025)
Inovasi ini bukan sekadar teknologi, tapi juga harapan baru. Petani kini punya akses ke alat yang bisa dipinjam saat kekeringan, tanpa biaya tambahan. Dengan energi surya, mereka lebih mandiri dan tak lagi bergantung pada BBM atau listrik yang mahal dan terbatas.
“Jika semua rencana rampung pada 2026, Desa Karung bisa jadi contoh nyata bagaimana teknologi panel surya mengubah wajah pertanian, Dari sawah tradisional menuju pertanian hijau modern, yang bukan hanya menguntungkan petani, tapi juga menjaga lingkungan.” Katanya.
Dengan inovasi ini, BBWS Cimancis berharap petani dapat lebih tangguh menghadapi kekeringan maupun banjir, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi panel surya yang efisien dan berkelanjutan.” Nah tujuan utama dari pengembangan pompa air tenaga surya adalah untuk menyediakan energi gratis bagi petani, sehingga biaya operasional menjadi nol rupiah. Selain itu, penggunaan energi surya juga ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon dan Intinya adalah bagaimana memompa, tapi energinya free. Kalau ada pergantian dinamo, itu usia 5 tahun sekali.” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....