Perbedaan Meteor dan Meteorit Serta Benda Langit Jatuh

  • 07 Okt 2025 00:01 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Sebuah benda langit melintasi langit Kota Cirebon dan sekitarnya, yang terjadi pada malam Minggu (5/10/2025). Fenomena benda langit yang melintas di langit malam sering disebut sebagai “bintang jatuh”.

Padahal, benda itu bukan bintang sama sekali, melainkan meteor. Banyak orang masih keliru membedakan meteor, meteorit, dan benda langit lain yang jatuh ke Bumi.

Untuk memahami perbedaannya, mari kita bahas satu per satu dengan penjelasan yang lebih sederhana. Meteor sebenarnya bukan benda, melainkan peristiwa alam.

Saat batu luar angkasa atau meteoroid masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan udara membuatnya panas dan berpijar. Cahaya terang itu disebut meteor.

Karena ukurannya kecil, sebagian besar meteor terbakar habis sebelum mencapai permukaan Bumi. Namun seperti yang dilansir dari Earth Observatory, ada juga batu luar angkasa yang cukup besar untuk bertahan melewati atmosfer tanpa habis terbakar.

Sisa batu yang berhasil mencapai permukaan Bumi disebut meteorit. Meteorit bisa berbentuk batu, besi, atau campuran keduanya.

Permukaannya biasanya tampak mengilap dan berat, bahkan dapat menempel pada magnet. Sebelum menjadi meteor atau meteorit, benda tersebut disebut meteoroid.

Dikutip dari European Space Agency, ukuran meteoroid bisa sangat kecil seperti pasir atau sebesar mobil. Sebagian besar meteoroid berasal dari pecahan asteroid di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Ada juga yang berasal dari sisa-sisa komet yang meninggalkan debu di ruang angkasa. Selain meteor dan meteorit, Bumi juga bisa kedatangan benda langit lain seperti asteroid dan komet.

Dilansir dari National Geographic, Asteroid adalah batu besar di luar angkasa, sementara komet terbuat dari es dan debu. Jika benda-benda besar itu jatuh ke Bumi, dampaknya bisa sangat besar seperti yang diduga terjadi pada masa kepunahan dinosaurus jutaan tahun lalu.

Tak hanya benda alami, kadang-kadang benda buatan manusia juga jatuh ke Bumi. Dikutip dari The Guardian Science, Sampah antariksa seperti sisa satelit, roket, atau bagian stasiun luar angkasa bisa kembali memasuki atmosfer.

Sebagian besar terbakar habis, tetapi ada juga yang berhasil mencapai permukaan tanpa menimbulkan bahaya serius. Fenomena ini menunjukkan betapa sibuknya ruang di sekitar planet kita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....