Urgensi Pelestarian Bahasa Daerah di Era Digitalisasi
- 12 Agt 2025 16:37 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Di tengah perkembangannya era digitalisasi, budaya semakin memiliki peran yang penting. Dilansir dari laman setneg.go.id, budaya adalah suatu komunitas yang tidak hanya terdiri dari tradisi, adat istiadat, dan seni, tetapi juga mencakup bahasa.
Bahasa daerah merupakan aspek penting dalam suatu wilayah. Oleh karena itu, bahasa daerah harus dipertahankan dan dilestarikan oleh warga setempat untuk bekal generasi selanjutnya. Ada alasan mengapa bahasa daerah harus dilestarikan, sebagai berikut:
Bahasa daerah merupakan identitas budaya. Bahasa daerah mencerminkan sejarah, filosofi, dan cara pandang suatu masyarakat. Kehilangan bahasa daerah bukan sekedar hilangnya alat komunikasi, tetapi juga cara unik memahami dunia.
Kepunahan bahasa daerah bisa berdampak besar pada kehidupan sosial budaya karena bahasa erat hubungannya dengan identitas suatu kelompok. Di sisi lain, banyak generasi muda yang kehilangan kemampuan berbahasa daerah akibat keterputusan dari akar budaya mereka.
Di era modern yang serba digital ini, penggunaan bahasa daerah semakin terpinggirkan. Dominasi bahasa nasional maupun bahasa asing dalam pendidikan, media, dan pergaulan sehari-hari menjadi salah satu faktor utama melemahnya eksistensi bahasa daerah. Tanpa upaya pelestarian, keragaman bahasa di Indonesia bisa semakin terancam.
Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah menjadi tanggung jawab bersama, baik oleh individu, keluarga, lembaga pendidikan, maupun pemerintah. Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membiasakan penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga, mengintegrasikannya dalam kurikulum pendidikan, hingga menciptakan konten digital berbahasa daerah yang relevan dengan generasi muda.
(Sumber: setneg.go.id, Shobilatul Fadhilah_IPB Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....