Menelusuri ’The Deepest Sea’ di Dunia

  • 21 Mar 2025 12:37 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Disadari atau tidak, sekitar 70 % permukaan bumi ini adalah lautan. Air lautan ini bersumber dari air sungai, danau, dan waduk yang kemudian bergerak maju menuju ke pantai. Di dunia ini terdapat lima samudera yang terdiri dari samudera pasifik, atlantik, hindia, arktik, dan antartika. Keindahan laut yang luas tersebut untuk menikmatinya tidak hanya dari permukaannya, akan tetapi juga dapat dinikmati dari kedalaman dasar lautnya juga. Umumnya bagian laut yang ada di dunia ini memiliki tingkat kedalaman yang bisa jadi mengejutkan, mencengangkan hingga fantastis.

Dilansir dari laman drifier.com, meski demikian kedalaman pada beberapa laut tersebut memang telah dilakukan penelitian sebelumnya oleh para ilmuwan, sehingga kemudian diketahui seberapa dalamnya laut-laut tersebut. Dan taukah Anda dari beberapa laut tersebut, terdapat laut yang dikategorikan terdalam di dunia. Lantas laut apa saja yang dikategorikan sebagai ’The Deepest Sea’ di dunia. Mari kita telusuri bersama.

1. Palung Jawa, Samudra Hindia

Samudra Hindia memiliki kedalaman rata-rata 3.741 meter di bawah permukaan laut. Titik terdalam di Samudra Hindia adalah Palung Jawa yakni 7.258 meter di bawah permukaan laut. Palung Jawa, yang juga dikenal sebagai Palung Sunda, adalah salah satu fitur geografis paling menarik di Samudra Hindia. Palung Jawa terletak di sisi timur Samudra Hindia. Palung ini membentang sepanjang sekitar 3.200 kilometer, dari barat daya Sumatera hingga ke selatan Jawa dan Nusa Tenggara. Palung Jawa terbentuk akibat proses subduksi, yaitu tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Lempeng Indo-Australia yang lebih padat bergerak di bawah Lempeng Eurasia, menciptakan cekungan yang sangat dalam.

Proses tumbukan lempeng ini juga menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Sumatera dan Jawa. Tekanan air di dasar Palung Jawa sangat tinggi, hampir 1.000 kali lipat tekanan atmosfer di permukaan laut. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ekstrem, namun tetap mendukung keberadaan kehidupan laut yang unik. Zona subduksi di Palung Jawa merupakan sumber gempa bumi besar dan tsunami. Gempa bumi besar yang terjadi di zona ini dapat memicu tsunami yang berdampak luas di wilayah pesisir Samudra Hindia. Sebagai contoh, gempa bumi besar tahun 2004 yang memicu terjadinya tsunami Aceh, yang sumbernya berada di zona subduksi ini.

Palung Jawa menjadi objek penelitian penting bagi para ilmuwan untuk memahami proses tektonik lempeng dan dampaknya terhadap wilayah sekitarnya. Penelitian di palung ini juga membantu dalam memahami keanekaragaman hayati laut dalam dan adaptasi organisme terhadap kondisi ekstrem. Dengan demikian, Palung Jawa bukan hanya sekadar cekungan laut yang dalam, tetapi juga merupakan zona tektonik yang aktif dan memiliki pengaruh signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitarnya.

2. Laut Puerto Rico

Laut Puerto Rico adalah wilayah laut yang menyimpan banyak fakta menarik. Laut Puerto Rico terletak di perbatasan antara Laut Karibia dan Samudra Atlantik dimana wilayah ini berada di utara Pulau Puerto Rico. Laut Puerto Rico, terdapat Palung Puerto Rico, yang merupakan titik terdalam di Samudra Atlantik, dimana kedalaman maksimum Palung Puerto Rico mencapai sekitar 8.376 meter, sejajar dengan pantai utara Pulau Puerto Rico sekitar 120 km. Palung Puerto Rico terbentuk sekitar 65 juta tahun lalu, yang kemudian membentuk terjadinya pertemuan antara Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Karibia.

Meski demikian palung Puerto Rico adalah salah satu palung laut terdalam di dunia, menjadikannya objek penelitian penting bagi para ilmuwan. Wilayah ini rawan gempa bumi dan tsunami karena aktivitas tektonik lempeng. Dan menariknya lagi bahwa wilayah ini juga sering dilintasi oleh kapal pesiar mewah.

Mengutip dari validnews.id, di Puerto Rico, tepatnya di Pulau Vieques yang berada di timur laut Karibia, terbentang sebuah laut bernama Mosquito Bay yang memiliki keunikan dengan air laut yang bisa menjadi berwarna biru menyala di saat gelap. Mosquito Bay juga disebut dengan Biobay, singkatan dari Bioluminescent Bay yang disebut-sebut sebagai pantai bioluminescent paling terang di dunia.

3. Laut Karibia

Laut Karibia adalah laut tropis yang terletak di Samudra Atlantik bagian barat. Letak persisnya laut Karibia berbatasan dengan Amerika Tengah di barat daya dan selatan, Antillen Besar di utara, Antillen Kecil di timur, dan Amerika Selatan di selatan. Laut ini juga terletak di sebelah tenggara Teluk Meksiko. Luas Laut Karibia sekitar 2.754.000 km². Titik terdalam di Laut Karibia adalah Palung Cayman, yang mencapai kedalaman sekitar 7.500 meter. Wilayah Laut Karibia aktif secara tektonik, dengan adanya zona subduksi di mana Lempeng Karibia bertemu dengan lempeng lainnya. Aktivitas tektonik ini menyebabkan terjadinya gempa bumi dan tsunami di wilayah tersebut.

Laut Karibia memiliki iklim tropis, dengan suhu air yang hangat sepanjang tahun dan dikenal dengan perairan yang jernih, terumbu karang yang indah, dan keanekaragaman hayati laut yang kaya. Wilayah ini juga terkenal dengan badai tropis, yang sering terjadi pada saat musimnya. Laut Karibia merupakan rumah bagi berbagai spesies laut, termasuk ikan, penyu, mamalia laut, dan terumbu karang. Terumbu karang di Laut Karibia adalah salah satu ekosistem terumbu karang terbesar di dunia serta memiliki peran penting dalam perekonomian wilayah sekitarnya, terutama melalui pariwisata, perikanan, dan transportasi laut. Maka tak heran bila banyak pulau di Karibia menjadi tujuan wisata populer karena keindahan alamnya. Laut Karibia adalah wilayah yang kaya akan keindahan alam dan keanekaragaman hayati, tetapi juga rentan terhadap bencana alam.

4. Palung Tonga

Palung tonga adalah palung laut terdalam di dunia yang kedua, setelah palung Mariana. Palung tonga terletak di sebelah barat daya wilayah Samudra Pasifik dan merupakan parit terdalam di bagian bumi selatan dengan panjangnya kurang lebih 1.375 kilometer yang membentuk batas timur pungguh bukti tonga. Titik terdalam di Palung tonga merupakan palung terdalam di belahan bumi selatan, dan dikenal juga sebagai Horizon Deep, dengan kedalaman sekitar 10.882 meter.

Palung Tonga terbentuk akibat proses subduksi, yaitu ketika lempeng Pasifik menunjam di bawah Lempeng Indo-Australia. Subduksi yang terjadi di palung tonga, memiliki kecepatan pergerakan lempeng tektonik tercepat di bumi. Zona subduksi di palung tonga merupakan sumber gempa bumi besar dan aktivitas vulkanik. Aktivitas tektonik ini menyebabkan terjadinya gempa bumi dan tsunami di wilayah tersebut. Palung Tonga menjadi objek penelitian penting bagi para ilmuwan untuk memahami proses tektonik lempeng dan dampaknya terhadap wilayah sekitarnya. Dengan demikian, Palung Tonga bukan hanya sekadar palung laut yang sangat dalam, tetapi juga merupakan zona tektonik yang sangat aktif dan memiliki pengaruh signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitarnya.

5. Palung Laut Mariana, Samudra Pasifik

Laut terdalam di dunia adalah Palung Mariana, yang terletak di Samudra Pasifik di sebelah timur Kepulauan Mariana. Titik terdalam di Palung Mariana disebut Challenger Deep, dengan kedalaman sekitar 11.034 meter. Untuk memberikan gambaran, kedalaman ini melebihi tinggi Gunung Everest. Palung Mariana terbentuk akibat pertemuan antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Filipina. Pergerakan lempeng-lempeng ini menciptakan cekungan yang sangat dalam.

Tekanan air di dasar Palung Mariana sangat besar, mencapai lebih dari 1.000 kali tekanan atmosfer di permukaan laut. Meskipun demikian, terdapat kehidupan laut yang unik di Palung Mariana, dengan spesies-spesies yang beradaptasi dengan kondisi ekstrem ini. Beberapa ekspedisi telah dilakukan untuk menjelajahi Palung Mariana, termasuk ekspedisi oleh kapal selam berawak dan robot bawah air. Penjelajahan ini memberikan wawasan berharga tentang kehidupan laut di kedalaman ekstrem dan geologi dasar laut. Palung Mariana adalah salah satu tempat paling misterius dan menakjubkan di Bumi. Kedalamannya yang luar biasa dan kondisi ekstremnya menjadikannya objek penelitian yang menarik bagi para ilmuwan.

6. Laut Mediterania

Laut Mediterania, atau Laut Tengah, adalah laut yang terletak di antara tiga benua: Eropa di utara, Afrika di selatan, dan Asia di timur. Laut Mediterania terhubung dengan Samudra Atlantik melalui selat Gibraltar di barat, di sebelah timur, terhubung dengan Laut Merah melalui Terusan Suez. Laut ini dikelilingi oleh daratan, yang menjadikannya laut pedalaman. Laut Mediterania memiliki kedalaman rata-rata 1.500 meter, sedangkan titik terdalam 5.267 meter. Lautan ini terdiri dari 22 negara yang berada di Eropa, Asia, dan Afrika bagian utara. Laut Mediterania ini terdiri dari lautan kecil seperti Laut Alboran, Balearic, Liguria, Lonia, dan masih banyak lagi. Laut Mediterania memiliki peran penting dalam sejarah peradaban Barat dan peradaban kuno, seperti Mesir, Yunani, dan Romawi, berkembang di sekitar Laut Mediterania. Laut ini telah menjadi jalur perdagangan penting selama ribuan tahun dan memiliki keanekaragaman budaya, karena di kelilingi oleh banyak negara dengan budaya yang berbeda. Laut Mediterania pernah mengalami peristiwa pengeringan besar-besaran yang disebut Krisis Salinitas Messinian sekitar 5,5 juta tahun yang lalu.

(Sumber: drifier.com, gemini)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....