Hilman Harumkan Indonesia di ASEAN Para Games

  • 23 Jan 2026 20:56 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Di atas podium tertinggi ASEAN Para Games 2025 Thailand, Hilman berdiri dengan penuh ketenangan. Sebagai atlet para powerlifting dengan kondisi disabilitas fisik, ia menorehkan prestasi yang melampaui batas-batas personal dan geografis. Saat lagu Indonesia Raya berkumandang dan bendera Merah Putih perlahan dikibarkan, Hilman larut dalam haru, mengenang perjalanan panjang yang membawanya hingga ke titik tertinggi kompetisi Asia Tenggara.

Bagi atlet asal Kabupaten Kuningan tersebut, momen kemenangan ini bukan sekadar pencapaian olahraga. Medali emas yang menggantung di lehernya menjadi simbol perjuangan, ketekunan, serta bakti seorang anak kepada orang tua dan bangsa.

Hilman memastikan medali emas pada nomor Men’s 54 kilogram setelah berhasil melakukan angkatan pertama seberat 167 kilogram. Capaian tersebut langsung mengamankan posisi teratas dan tidak mampu dikejar oleh lifter asal Vietnam, Binh An Nguyen, yang harus puas meraih medali perak.

“Medali ini saya persembahkan untuk Indonesia,” ujar Hilman saat dikonfirmasi RRI, Jumat, 23 Januari 2026.

“Namun, ada sosok yang selalu menjadi sumber motivasi terbesar saya, yaitu ibu kandung saya,” ucapnya menambahkan.

Dalam pandangan Hilman, keberhasilan di arena tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik dan teknik angkatan. Dukungan psikologis dan spiritual dari keluarga, terutama doa dan restu orang tua, menjadi faktor penting yang memperkuat mental bertanding.

Prestasi di Thailand merupakan kelanjutan dari rekam jejak Hilman di tingkat nasional. Sebelumnya, ia telah meraih medali emas Peparnas Solo 2024 serta dua medali emas Peparda Bekasi 2022. Rangkaian prestasi tersebut membentuk kematangan bertanding dan kepercayaan diri saat menghadapi persaingan internasional.

Secara teknis, Hilman menjalankan strategi yang dirancang bersama tim pelatih. Angkatan pertama dipilih pada angka yang relatif tinggi namun aman untuk mengamankan keunggulan awal sekaligus memberikan tekanan psikologis kepada pesaing.

“Saya sudah yakin sejak awal. Itu bagian dari strategi pelatih agar mental lawan menurun,” katanya mengungkapkan.

Keberhasilan ini turut menjadi kebanggaan bagi daerah asalnya. Hilman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui NPCI atas dukungan pembinaan, fasilitas, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Setelah menaklukkan level Asia Tenggara, Hilman mulai memfokuskan persiapan ke target berikutnya, yakni Asian Para Games 2026 di Jepang. Ia berharap dapat kembali mempersembahkan prestasi bagi Indonesia di panggung yang lebih luas.

Menutup pernyataannya, Hilman menyampaikan pesan reflektif kepada penyandang disabilitas lainnya. Menurutnya, keterlibatan sosial dan akses terhadap komunitas menjadi langkah awal penting dalam membangun kepercayaan diri.

“Kuncinya adalah bersosialisasi. Bergabung dengan komunitas difabel atau Dinas Sosial setempat. Dari sana akan tumbuh rasa percaya diri dan rasa syukur,” ujarnya.

Prestasi Hilman menunjukkan keterbatasan fisik tidak menghalangi kontribusi dan capaian di tingkat tertinggi olahraga. Dengan disiplin, dukungan lingkungan, dan keteguhan mental, atlet para powerlifting asal Kuningan ini mengangkat nama Indonesia di panggung internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....