Bahasa Indonesia digunakan Pada Sidang Umum UNESCO 2025

  • 15 Okt 2025 13:57 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Tak sekadar menjadi simbol persatuan bangsa, Bahasa Indonesia kini bersiap untuk tampil di panggung dunia. Dalam Sidang Umum UNESCO 2025, Indonesia berambisi membawa gaung Bahasa Indonesia ke forum internasional adalah sebuah langkah berani yang mencerminkan keyakinan bahwa bahasa nasional dapat menjadi jembatan kebudayaan dan diplomasi global.

Melansir dari Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, pencapaian monumental telah diraih pada Sidang Umum UNESCO November 2023, Bahasa Indonesia resmi diakui sebagai salah satu bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO melalui Resolusi 42 C/28. Dengan status baru ini, Bahasa Indonesia kini bisa digunakan dalam sesi sidang dan dokumen UNESCO diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Langkah ini bukan sekadar simbolisme. Ia menjanjikan akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk terlibat langsung dalam wacana internasional tanpa bergantung penuh pada bahasa asing.

“Pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi konferensi UNESCO akan berdampak positif bagi perdamaian, harmoni, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Duta Besar Mohamad Oemar.

Langkah ini menjadi bukti pengakuan global terhadap bahasa Indonesia yang kini resmi diakui sebagai salah satu bahasa dalam Sidang Umum UNESCO, sekaligus memperkuat peran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam pelindungan, pengembangan, dan pembinaan bahasa serta sastra.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin, menjelaskan selain di forum internasional bahwa pembelajaran bahasa Indonesia telah tersebar di 57 negara. Ia menilai perkembangan ini sebagai tahapan penting untuk menjadikan bahasa Indonesia setara dengan bahasa global lainnya seperti bahasa Inggris.

Upaya penguatan juga dilakukan melalui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, yang pada semester pertama telah menarik sekitar 300 mahasiswa baru. Menurut Hafidz, langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memartabatkan bahasa Indonesia di tingkat dunia dan memastikan kehadirannya semakin kuat dalam percaturan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....