45 Santri Bina Insan Mulia Raih Beasiswa Tunisia
- 06 Okt 2025 15:21 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Untuk kesekian kali, santri Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon meraih prestasi akademik yang sangat gemilang di bidang beasiswa. Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian Perguruan Tinggi Tunisia 2025, terdapat 71 beasiswa Tunisia untuk pelajar Indonesia.
Dari jumlah tersebut, santri Bina Insan Mulia meraih 29 kuota. Sisanya, pemenang beasiswa Tunisia tersebar di sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia, antara lain Pesantren Amanatul Ummah (7 orang), Daar El Qolam (1 orang), PP Al-Multazam (1 orang), MA dan MAN 2 Jombang (2 orang), PP Al-Hikmah (2 orang), dan lain-lain.
Selain 29 santri yang akan berangkat ke Tunisia melalui jalur beasiswa, Pesantren Bina Insan Mulia juga akan memberangkatkan 16 santri ke Tunisia dari jalur MOU (kerja sama) dengan universitas dan telah mendapatkan beasiswa dari Baznas (Badan Amil Zakat Nasional). “Jumlah santri Bina Insan Mulia yang akan melanjutkan program S1 di Tunisia sebanyak 45 orang. Mereka akan berangkat pada 12 Oktober tahun ini,"
"Tahun sebelumnya, ada 49 santri Bina Insan Mulia yang tengah menyelesaikan studi di Tunisia sehingga totalnya 94 orang,” ujar Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH. Imam Jazuli pada Senin (6/10/2025).
Hal ini, menurut KH. Imam Jazuli, menjadi modal sosial yang sangat penting bagi santri Bina Insan Mulia yang akan melanjutkan ke Tunisia di tahun-tahun berikutnya. Para santri Bina Insan Mulia yang telah mendapatkan beasiswa tersebut akan melanjutkan di Universitas Az-Zaytunah Tunisia, Universitas Sousse, dan Universitas Manouba Tunisia.
Mereka telah diterima di sejumlah jurusan, antara lain ekonomi bisnis, perdagangan internasional, perminyakan, komunikasi, teknologi informasi, politik, hubungan internasional, dan lain-lain. Menurut Kiai Imam Jazuli, tahun ini lebih banyak santri Bina Insan Mulia yang melanjutkan studi di bidang-bidang non-studi Islam yang dibutuhkan untuk pembangunan Indonesia di masa depan.
Hanya delapan orang yang melanjutkan studi di jurusan Quran Hadis, Syariah Islamiyah, dan Peradaban Islam. “Keberhasilan santri-santri Bina Insan Mulia di berbagai jurusan di kampus-kampus Timur Tengah membuktikan bahwa proses pembelajaran dan kurikulum Bina Insan Mulia telah menghasilkan output yang kompetitif di tingkat internasional,” kata Kiai Imjaz, panggilan akrab Pengasuh Bina Insan Mulia.
Sebelum berangkat ke Tunisia, santri-santri Bina Insan Mulia telah mendapatkan bimbingan dan pembinaan langsung selama dua bulan dari Dr. Syaikhoh Bakhta, delegasi khusus Kementerian Pendidikan Tinggi Tunisia untuk Pesantren Bina Insan Mulia. Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia menegaskan bahwa pengiriman santri-santri ke berbagai negara terkait dengan agenda besar pesantren di tahun 2028.
“Kami menargetkan ada 1.000 sarjana lulusan luar negeri dan 1.000 sarjana lulusan dalam negeri,” kata Kiai Imam menjelaskan agenda pesantren. Terkait agenda juga, Kiai Imam Jazuli menyampaikan bahwa sebanyak 154 dari 288 alumni Bina Insan Mulia angkatan tahun 2025 ini telah diterima di kampus-kampus internasional di 13 negara, yaitu Rusia, Malaysia, Jepang, Prancis, Australia, Mesir, China, Taiwan, Turki, Maroko, Jerman, Pakistan, dan Tunisia.
Sementara itu, sebanyak 118 santri Bina Insan Mulia telah diterima di PTN terdepan di Indonesia, seperti UI, UGM, UNPAD, UPI, IPB, Unair, Unbraw, UIN, UNJ, dan 16 di PTS seperti Telkom University, Prasetiya Mulya University, dan lain-lain. “Dengan inovasi dan transformasi yang terus digalakkan di Pesantren Bina Insan Mulia, santri-santri Bina Insan Mulia diarahkan tidak saja menjadi orang yang saleh secara akhlak, tetapi juga orang yang memiliki masa depan cerah dan mampu berkiprah dalam pembangunan Indonesia,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....