‘La Tomatina’, Festival Tomat Menjadi Identitas Tradisi Spanyol
- 28 Agt 2025 12:39 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Kota kecil Bunol, Spanyol, kembali dipadati ribuan wisatawan yang antusias mengikuti pesta tomat terbesar di dunia, La Tomatina. Festival yang selalu digelar setiap Rabu terakhir di bulan Agustus, dan di tahun ini jatuh pada tanggal 27 Agustus 2025, menandai edisi ke-80, dengan lebih dari 120 ton tomat yang didatangkan khusus untuk menjadi “amunisi” dalam pertempuran makanan yang berlangsung selama satu jam.
Dilansir dari laman msn.com, sekitar 22.000 peserta, banyak di antaranya turis mancanegara, memenuhi jalan-jalan sempit kota yang sudah dilapisi terpal pelindung. Demi keamanan, sebagian besar orang mengenakan kacamata renang atau penyumbat telinga sebelum melompat ke lautan tomat yang telah dihancurkan. Festival dimulai setelah seorang peserta berhasil merebut potongan daging asap khas Spanyol dari tiang licin berlumur minyak, dan berakhir ketika dentuman kembang api terdengar sebagai tanda penutupan festival.
Tradisi ini berakar dari insiden pada tahun 1945, ketika sebuah keributan di pasar sayur berubah menjadi lempar-lemparan tomat. Meski sempat dilarang pada masa pemerintahan Franco, La Tomatina kembali dihidupkan berkat protes warga, lalu mendunia sejak diliput media internasional pada tahun 1980. Pada 2002, pemerintah Spanyol bahkan menetapkannya sebagai festival wisata internasional resmi.
Tomat yang dipakai bukan untuk konsumsi, melainkan dipanen khusus dari wilayah Don Benito. Setelah festival usai, jalanan Bunol dibersihkan hanya dalam hitungan jam, dibantu oleh sifat asam sitrat yang ternyata ampuh mengilapkan permukaan batu jalan.
Meski berbagai kota di dunia, dari Florida, Sutamarchán, Amsterdam hingga Hyderabad pernah menggelar acara serupa, La Tomatina tetap menjadi simbol khas Bunol. Wakil Wali Kota Sergio Galarza menyebutnya sebagai tradisi yang terus tumbuh dan memberi manfaat, baik bagi warga maupun pengunjung.
Di tengah cipratan merah tomat dan gelak tawa, festival ini bukan sekadar perang makanan, melainkan perayaan kebersamaan yang menegaskan identitas budaya sebuah kota kecil di Spanyol.
(Evania Sema_IPB Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....