Sebanyak 81 Warga Gaza Kehilangan Nyawa, Pasca Gencatan Senjata

  • 16 Jan 2025 20:06 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Pasca gencatan senjata antara Hamas-Israel, rakyat Gaza masih merasakan ketakutan setelah lebih dari 81 orang kehilangan nyawa. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, Kamis (16/1/2025) dilansir dari saluran televisi Al Araby.

“Kementerian Kesehatan Jalur Gaza mengumumkan pada hari ini, Kamis, jumlah korban agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 bertambah menjadi 46.788 orang syahid dan 110.453 orang luka-luka termasuk 81 orang syahid dan 188 orang terluka selama 24 jam terakahir,” dikutip dari Al Araby.

Gencatan senjata sebelumnya disepakati oleh kedua belah pihak melalui mediasi yang dilakukan oleh Qatar dan Mesir. Pada pengumumannya gencatan senjata akan berlaku pada Minggu (19/1/2025) waktu setempat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tidak akan melakukan pertemuan kabinet untuk membahas gencatan senjata tersebut. Netanyahu menuduh Hamas mengingkari kesepakatan perjanjian. Namun dibantah oleh pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri.

“Tidak ada dasar atas tuduhan Netanyahu mengenai mundurnya gerakan tersebut dari ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata,” dikutip dari Al Araby.

Israel ingin menciptakan ketegangan pada saat kritis, dan kami menuntut agar mereka wajib melaksanakan perjanjian tersebut.

“Kami menuntut agar pemerintahan Amerika saat ini dan di masa depan mewajibkan pendudukan untuk melaksanakan perjanjian tersebut. perjanjian," ujar Abu Zuhri menambahkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....