“Tri Guna” Karya Seniman Bali Raih Penghargaan “Commemorative Prize”

  • 16 Jan 2025 17:30 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Bali memang surganya wisata alam yang menakjubkan. Dimana setiap tahunnya terdapat wisatawan dari lokal hingga mancanegara yang mengunjunginya. Tidak hanya wisata alamnya yang menawarkan keindahan tetapi juga wisata Patung GWK (Garuda Wisnu Kencana). Ikon Bali karya Nyoman Nuarta ini diresmikan pada September 2018. Patung ikonik ini dapat ditemukan di Taman Budaya Garuda Kencana atau GWK yang terletak di bagian selatan Pulau Bali.

Baru-baru ini tim seniman Bali pemahat patung meraih penghargaan “Commemorative Prize” lewat karya bertema “Tri Guna” di ajang The 27th Harbin International Snow Sculpture Competition di Harbin, China. Tim seniman Bali tersebut terdiri dari empat seniman, yaitu I Nyoman Sungada, I Wayan Mardina, Gede Agus Kurniawan, dan I Ketut Suaryana. Dua orang berasal dari Himpunan Seniman Pecatu (HSP), sementara dua lainnya berasal dari Bali Talent Artis (BTA). Diketahui dalam acara ini diikuti oleh 26 tim dari berbagai negara yang berlangsung pada 6-9 Januari 2025. Hingga pada akhirnya tim Indonesia mampu mengalahkan tim dari berbagai neraga.

Filosofi dari tema tersebut adalah mengusung nilai-nilai tiga sifat manusia untuk karya pahatnya. Mereka menampilkan 3 wajah manusia dengan karakter berbeda yakni Sattwam memiliki arti sifat manusia yang tenang, tulus, bijaksana, dan tanpa pamrih. Kemudian Rajas dengan sifat enerjik, agresif, dan ambisius. Terakhir Tamas adalah sifat pasif, malas, dan lamban.

Pengerjaan patung salju tersebut dilakukan di balok salju setinggi 4 meter dengan diameter 3x3 meter. Proses pengerjaannya berlangsung selama 3,5 hari di suhu yang mencapai minus 26 derajat Celsius (-26°C). Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca yang sangat dingin, terutama bagi anggota tim yang belum terbiasa. Meski demikian, Nyoman Sungada mengungkapkan rasa puas atas hasil karya mereka walaupun ada sedikit kekecewaan terhadap keputusan juri.

Kompetisi ini merupakan bagian dari Festival Es dan salju Harbin yang dimulai pada winter 1963. Festival ini sempat tertunda selama Revolusi Kebudayaan oleh Mao Zedong pada 1966-1976. Lalu diselenggarakan kembali pada 1985 hingga sekarang sebagai festival tahunan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....