Pemkab Cirebon dan PMII Bahas Penguatan Kemandirian Ekonomi Daerah

  • 02 Okt 2026 09:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kemandirian ekonomi daerah menjadi perhatian dalam Movement Economic Summit (MES) yang digelar PC PMII Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa, 29 September 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat untuk membahas pengelolaan keuangan daerah serta potensi ekonomi baru, dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Sujatmoko, yang mewakili Bupati Cirebon Imron, mengapresiasi inisiatif PMII Cirebon. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk membahas masa depan ekonomi daerah secara bersama-sama.

Ia mengatakan, kemandirian ekonomi merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, pengelolaan keuangan daerah perlu dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Sujatmoko saat membacakan sambutan Bupati Cirebon dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Menurutnya, pengembangan berbagai sektor tersebut membutuhkan pemikiran inovatif dan langkah nyata untuk meningkatkan daya saing daerah. Upaya itu juga diperlukan untuk mendorong investasi dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Ia menilai mahasiswa dan organisasi kepemudaan seperti PMII memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Selain menyampaikan gagasan, mahasiswa diharapkan menjadi mitra kritis pemerintah dengan memberikan masukan konstruktif serta ikut mengawal pembangunan.

“Diskusi yang dilaksanakan hendaknya tidak berhenti pada pertukaran gagasan, akan tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan langkah konkret yang memberikan dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Cirebon, Ruslan Baidhowi Kamal, mengatakan MES menjadi bagian dari upaya PMII menghadirkan kajian mengenai persoalan strategis daerah. Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah penguatan kemandirian ekonomi daerah.

Ia menilai daerah perlu lebih aktif menggali dan mengembangkan sumber-sumber ekonomi baru agar tidak sepenuhnya bergantung pada kebijakan maupun dukungan anggaran pemerintah pusat. Penguatan ekonomi daerah dinilai perlu dibangun dari potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Kita jangan hanya menunggu momentum dari pusat atau dari mana pun itu. Kita harus membentuk momentum dan menciptakan momentum untuk kemandirian ekonomi daerah kita,” katanya.

Menurutnya, penguatan pendapatan asli daerah perlu berjalan beriringan dengan penciptaan potensi ekonomi baru. Dengan demikian, daerah memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan pembangunan berdasarkan kekuatan dan potensi yang dimilikinya.

Dalam forum tersebut, PMII Cirebon juga menegaskan komitmennya menjadi mitra kritis bagi Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon. Peran tersebut akan dilakukan melalui kajian strategis dan berkelanjutan yang diharapkan dapat memberikan masukan bagi pembangunan daerah.

“PMII Cirebon per hari ini akan menjadi mitra kritis untuk pemerintah daerah Kota maupun Kabupaten Cirebon dan mengkaji kajian strategis dan berkelanjutan untuk membangun Kota dan Kabupaten Cirebon ke depannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....