Penguatan Kapasitas KIM Indramayu Melalui Literasi Digital Jabar
- 30 Sep 2026 16:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Penguatan kapasitas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menjadi bagian penting dalam mendukung penyebarluasan informasi yang berkualitas di tengah perkembangan komunikasi digital. Melalui literasi digital, KIM diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam menyampaikan informasi sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.
Pemahaman tersebut menjadi bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Digital melalui Program KIM Jabar Pinter Digital. Kegiatan ini diselenggarakan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Provinsi Jawa Barat di Aula KPRI Mekarjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Selasa, 29 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai cara memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media digital. Pengarahan ini diberikan guna meningkatkan keahlian serta efektivitas anggota KIM dalam mengelola konten berita digital.
Peserta juga diarahkan untuk lebih teliti dalam memilah informasi sehingga informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat memiliki sumber dan isi yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini diambil untuk mencegah beredarnya kabar bohong atau hoaks di kalangan warga.
Kemampuan tersebut dinilai sangat penting karena keberadaan KIM berada dekat dengan lingkungan masyarakat sehari-hari. Saluran komunikasi lokal ini dipandang memiliki potensi besar dalam menciptakan ruang interaksi yang sehat.
Selain menjadi sarana penyampaian informasi pembangunan, KIM dapat menjadi ruang komunikasi yang memungkinkan informasi dari masyarakat maupun pemerintah tersampaikan secara lebih baik. Hal tersebut akan mempererat hubungan dan koordinasi antara warga dengan pemangku kebijakan.
Kepala Bidang IKP Provinsi Jawa Barat, Nidar Nadrotan Naim Sujana, memberikan tanggapannya mengenai tantangan di era digital saat ini. Ia mengatakan perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh dan membagikan informasi.
Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar informasi yang diterima tidak langsung disebarluaskan tanpa terlebih dahulu dipahami kebenarannya. Edukasi mengenai tata cara verifikasi fakta dinilai menjadi fondasi utama dalam berinternet.
Menurutnya, penguatan literasi digital juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas KIM dalam menjalankan fungsi komunikasi di masyarakat. Kehadiran KIM yang cakap digital diyakini bakal membawa dampak positif bagi keterbukaan publik.
Dengan pemahaman yang baik, KIM diharapkan dapat membantu menghadirkan informasi yang lebih akurat sekaligus menjadi penghubung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Upaya ini diyakini mampu menciptakan tatanan informasi yang kondusif di wilayah Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....