Panen Perdana PM-AAS di Indramayu Capai 10,45 Ton per Hektare
- 28 Agt 2026 07:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – Kabupaten Indramayu terus memperkuat sektor pertanian modern guna mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan nasional. Semangat tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan panen perdana Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Program PM-AAS yang diterapkan di lahan seluas 100 hektare di Indramayu ini merupakan bagian dari percontohan (demfarm) nasional seluas 2.000 hektare di 14 provinsi. Di Kabupaten Indramayu, pelaksanaan program tersebut melibatkan 9 kelompok tani, 1 brigade pangan, dan 93 petani.
Pemerintah menyalurkan berbagai bantuan teknologi pertanian, mulai dari instalasi pompa dan irigasi perpompaan hingga unit combine harvester serta drone sprayer. Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap kemajuan sektor pertanian di daerahnya.
Menurut Bupati, bantuan alat mesin pertanian serta sarana produksi menjadi modal krusial bagi para petani dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem. “Walaupun sekarang ada El Nino, tentu ada kekeringan, tapi ini bisa menjadi pelipur lara dan optimisme kami,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Jawa Barat, Rachmat, menekankan pentingnya perluasan teknologi secara konsisten. Langkah modernisasi dinilai mendesak agar operasional petani semakin efisien dan produktif, seraya menegaskan, “Saya siap support Indramayu,” ucapnya
Dukungan teknis juga ditegaskan oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi, Amin Nur. Pihaknya berkomitmen penuh mendampingi penyuluh serta memperkuat penerapan teknologi pertanian di lapangan, seraya menyatakan, “BRMP Padi siap support,” katanya.
Amin Nur menambahkan modernisasi pertanian bukan sekadar mendatangkan mesin maupun perangkat teknologi baru bagi para petani lokal. Penggunaan teknologi modern menjadi sarana pembelajaran agar petani bekerja lebih efektif, menghemat efisiensi waktu dan tenaga, sekaligus mendongkrak hasil panen.
Sementara itu, perwakilan koordinator penyuluh lapangan berharap pola pendampingan kepada para petani dapat terus diperkuat secara berkala. Pendampingan berkelanjutan dinilai sangat krusial agar pemanfaatan teknologi baru dapat terbiasa diterapkan pada setiap tahapan budidaya tanaman padi.
Sinergi penerapan teknologi dan pendampingan intensif tersebut mulai membuahkan hasil positif bagi peningkatan produktivitas lahan. Berdasarkan pengukuran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, produktivitas rata-rata pada lima titik ubinan berhasil mencapai 10,45 ton per hektare.
Capaian membanggakan ini membuktikan bahwa modernisasi sektor pertanian merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi pemerintah, penyuluh, brigade pangan, dan petani, Indramayu optimistis dapat terus memelopori terwujudnya swasembada pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....