Bupati Kuningan Serahkan Bantuan ATENSI Kemensos untuk 160 Penerima
- 27 Agt 2026 21:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Pemerintah hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Pesan tersebut mengemuka saat Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menghadiri sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Phalamartha Sukabumi. Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan, Jalan Pramuka Gang Tunas III Nomor 45, Purwawinangun, Kabupaten Kuningan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan Tatiek Ratna Mustika, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Dinas Sosial dan unsur terkait lainnya. Bantuan ATENSI tersebut diberikan kepada 160 penerima manfaat yang berasal dari kelompok rentan, meliputi lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta keluarga peserta didik Sekolah Rakyat. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp383 juta lebih.
Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi Kementerian Sosial RI, Febraldi mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program ATENSI yang diarahkan untuk mendukung penerima manfaat agar mampu meningkatkan keberfungsian sosial dan kemandiriannya. “Bantuan ini adalah bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial. Ini memang menjadi program Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan bagi lansia, disabilitas, anak-anak terlantar, korban penyalahgunaan napza dan lain-lain,” ujar Febraldi.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan di Kuningan kali ini menyasar 160 orang dari kelompok rentan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, serta keluarga anak-anak Sekolah Rakyat. Ia berharap sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Kuningan,
Dinas Sosial, dan Sekolah Rakyat dapat terus diperkuat sehingga pelayanan sosial mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas. “Bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan berkah. Bagi yang mendapatkan bantuan usaha, usahanya tolong dijaga dan bisa berkelanjutan, sehingga dapat menambah penghasilan untuk keluarga,” katanya.
Febraldi juga mendorong adanya pembahasan lebih lanjut mengenai akses terapi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, masih terdapat masyarakat penyandang disabilitas yang membutuhkan layanan terapi dan akses pelayanan yang mudah.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Kuningan. Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial. “Ini membuktikan pemerintah hadir di tengah-tengah urang. Di kala urang nuju sesah, kasulitan, kaum lansia, penyandang disabilitas, maupun orang tua yang putra-putrinya sekolah di Sekolah Rakyat, pemerintah siap membantu,” ucap Dian.
Menurut Bupati, bantuan tersebut tidak sekadar memberikan dukungan sesaat, tetapi diharapkan mampu mendorong penerima manfaat menjadi lebih mandiri. Bagi penyandang disabilitas, misalnya, bantuan diharapkan dapat menunjang kemandirian sehingga tidak selalu bergantung kepada orang lain. Sementara bagi lansia, bantuan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun mendukung kegiatan usaha. “Bantuan ini mudah-mudahan manfaat. Kanggo panyandang disabilitas supaya hirup mandiri, supaya teu tergantung pisan ka nu sanes. Kanggo lansia, bantosanana tiasa kanggo kabutuhan dasar sareng wirausaha,” katanya.
Dian juga menekankan bahwa pembangunan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Ia menyebut visi Kuningan Melesat yang diusung pemerintah daerah memiliki makna Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.
“Ngawangun teh sanes ngan ngawangun jembatan anu weweg atawa jalan anu sae. Tapi oge ngawangun kumaha masyarakat berdaya, mandiri, aman jeung nyaman,” ujarnya.
Dalam konteks pelayanan sosial, Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Kuningan juga terus mengembangkan berbagai upaya melalui program Gema Sadulur, yang merupakan Gerakan Bersama Ngariksa Kaum Dhuafa, Lanjut Usia, dan Pengangguran. Menurutnya, program Gema Sadulur memiliki semangat yang sejalan dengan program ATENSI Kementerian Sosial, yakni memastikan kelompok pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial mendapatkan perhatian dan dukungan. “Gema Sadulur teh saluyu sareng program nu ayeuna, ATENSI, anu lewat Sentra Phalamartha di Sukabumi. Ieu saluyu pisan,” ucapnya.
Dian menegaskan, tanggung jawab terhadap masyarakat pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Ia mengajak dunia usaha, para dermawan, serta masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk turut mengambil bagian dalam membantu sesama. “Urang meyakini yén Kuningan akan maju apabila dibangun tidak hanya oleh pemerintah saja, tapi oleh semua elemen masyarakat,” katanya.
Ia menyebut keterbatasan APBD membuat pemerintah daerah perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, kementerian, dunia usaha, CSR, Baznas, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Melalui kolaborasi tersebut, kata Dian, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat ditangani secara lebih luas, termasuk persoalan kesehatan, pendidikan, kebencanaan, hingga kebutuhan masyarakat yang belum mampu bangkit secara ekonomi. “Tidak boleh masyarakat Kuningan tertinggal dalam pembangunan. Tidak boleh ada sekelompok masyarakat yang tidak merasakan manfaat pembangunan dan nikmatnya merdeka,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung perkembangan program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) melalui kolaborasi dengan pihak swasta. Ia menyebut ratusan rumah telah dibantu tanpa menggunakan APBD melalui penghimpunan dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial.
Selain itu, Pemkab Kuningan juga tengah memaksimalkan peran Baznas untuk membantu masyarakat yang belum beruntung, termasuk mereka yang terkendala biaya kesehatan, pendidikan, maupun masyarakat yang terdampak bencana. Bupati Dian juga menaruh perhatian besar terhadap keberadaan Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis pemerintah pusat.
Ia menyampaikan, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan, khususnya kelompok desil 1 dan desil 2, agar memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Menurut Dian, keterbatasan ekonomi orang tua tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi cita-cita anak. “Mimpi jadi dokter, profesor, tentara, polisi, kiai, camat, bupati, bahkan gubernur adalah hak semua warga. Cita-cita anak tidak boleh dibatasi pedah orang tuana teu mampu,” katanya.
Ia mengapresiasi kebijakan Sekolah Rakyat yang memberikan akses pendidikan tanpa biaya sekaligus berbagai fasilitas pendukung bagi peserta didik. Dian berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Kuningan dapat segera terwujud dan menjadi fasilitas pendidikan terbaik yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.
“Mudah-mudahan Sekolah Rakyat juga akan kita wujudkan. Ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang berasal dari keluarga ekonomi yang rawan, ekonomi yang kurang mampu, atau desil 1 dan desil 2,” ujarnya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan, Efa Septia Nurida, menilai bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial memiliki keterkaitan erat dengan tujuan utama Sekolah Rakyat. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga diharapkan dapat mendorong keberdayaan keluarga. “Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis nasional yang tujuan utamanya adalah untuk mengentaskan atau memutus tali kemiskinan, ini sangat sinergis. Anak-anaknya ada di Sekolah Rakyat untuk mengikuti pendidikan dan orang tuanya dengan bantuan ATENSI ini menjadi berdaya,” kata Efa.
Melalui penyaluran bantuan ATENSI ini, Pemkab Kuningan berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut dan diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan, pulih dari keterbatasan, bangkit secara ekonomi, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....