Bupati Kuningan Ajak Warga Rawat Makam dan Jaga Warisan Leluhur
- 21 Agt 2026 10:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi mencanangkan Gema SAUMIMA (Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam), Jumat, 21 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan. Pencanangan dipusatkan di Makam Astana Gede Kuningan, Jalan Syeh Maulana Akbar, dan diikuti unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Karang Taruna, pengelola makam, hingga masyarakat.
Gema SAUMIMA menjadi gerakan bersama untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat dalam menjaga, membersihkan, merawat makam dan lingkungan sekitarnya. Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal serta tradisi mulasara karuhun atau merawat dan menghormati para leluhur.
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin dalam laporannya menyampaikan makam tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat.
"Merawat makam bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi merupakan bagian dari upaya untuk menghargai jasa para pendahulu, menjaga warisan sejarah dan budaya, serta menanamkan nilai-nilai kepedulian kepada generasi muda," ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai tindak lanjut gerakan tersebut, Pemkab Kuningan telah menyampaikan surat edaran kepada jajaran pemerintah di wilayah Kabupaten Kuningan agar Gema SAUMIMA dapat dilaksanakan secara bersama-sama di lingkungan masing-masing. Pelaksanaan gerakan juga melibatkan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta berbagai unsur masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan Gema SAUMIMA tidak sekadar kegiatan bersih-bersih makam. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan upaya membangun gerakan sosial, budaya, dan keagamaan sekaligus menjaga hubungan historis antara generasi saat ini dengan para leluhur.
“Kita tidak hanya melaksanakan bebersih saja, tetapi sedang membangun sebuah gerakan sosial, gerakan budaya, gerakan keagamaan yang memang semakin hari semakin luntur,” kata Bupati. Bupati menilai, keberadaan makam memiliki arti penting dalam menjaga identitas sosial dan sejarah suatu daerah.
Melalui makam, generasi sekarang dapat mengenal kembali para pendahulu yang telah memberikan jasa dan kontribusi dalam perjalanan Kabupaten Kuningan. Ia juga menyoroti pentingnya perawatan makam para tokoh dan bupati terdahulu agar tidak hilang ditelan zaman.
Menurutnya, Pemkab Kuningan akan mendorong perawatan makam para bupati terdahulu, termasuk makam yang berada di luar wilayah Kabupaten Kuningan. Hal tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap para pemimpin yang telah berkontribusi dalam perjalanan sejarah Kuningan.
“Bagi saya merawat makam tidak hanya merawat secara fisik tetapi merawat sejarah, merawat hubungan antara kita dengan para leluhur,” kata Bupati. Lebih jauh, Bupati mengajak masyarakat menjadikan Gema SAUMIMA sebagai gerakan berkelanjutan.
Ia mengimbau agar kegiatan tersebut dilaksanakan minimal setiap Jumat pertama setiap bulan, pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.
Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pencanangan, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan makam sekaligus melakukan ziarah dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Bupati juga melihat Gema SAUMIMA sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
Dengan mengajak anak-anak dan cucu untuk membersihkan makam dan berziarah, masyarakat sekaligus mengenalkan nilai berbakti kepada orang tua, menghormati leluhur, ulama, tokoh masyarakat, dan para pejuang. “Dengan membawa anak cucu kita dan kita sendiri ke makam bersih-bersih, sebetulnya kita sedang mengajarkan tentang arti berbakti kepada orang tua, arti berbakti kepada pendahulu, arti berbakti kepada pejuang, arti berbakti kepada para ulama,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan pesan yang menjadi semangat Gema SAUMIMA: “Satu makam kita rawat, satu lingkungan kita bersihkan, satu masyarakat kita gerakkan". Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Kuningan kemudian secara resmi menyatakan Gema SAUMIMA Kabupaten Kuningan dimulai.
Gema SAUMIMA sendiri tercantum sebagai salah satu agenda rangkaian Milangkala ke-528 Kuningan dan dilaksanakan serentak di sejumlah lokasi makam. Di antaranya Makam Gede, Makam Cigugur, Makam Winduhaji, Makam Cikaso, Makam Luragung, dan Makam Ciwaru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....