Pemda Indramayu Siapkan 63 Titik JIAT dan Beri Bantuan Pompa Air untuk Petani

  • 19 Agt 2026 10:40 WIB
  •  Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – Pemerintah Kabupaten Indramayu memperkuat upaya mitigasi dampak kekeringan melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan penyaluran bantuan mesin pompa air bagi petani. Upaya tersebut diwujudkan melalui Serah Terima Aset Operasional JIAT Inpres Nomor 02 Tahun 2025 sekaligus penyaluran bantuan mesin pompa air di Balai Benih Tanaman Pangan Kecamatan Cikedung, Selasa,18 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia Hermansyah, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, gabungan kelompok tani, serta undangan lainnya. Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa Pemkab Indramayu terus melakukan langkah mitigasi konkret untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Langkah strategis tersebut di antaranya melalui bantuan pompa air, pembangunan JIAT, serta pengembangan program Listrik Masuk Sawah. Bupati Lucky Hakim meminta camat dan pemerintah desa mengawal pemanfaatan bantuan tersebut agar dapat digunakan secara optimal oleh para petani. Selain itu, ia mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan pada musim kering dengan menanam komoditas yang sesuai seperti jagung, semangka, melon, dan palawija.
Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa bertani bisa membuat makmur. "Selagi para petani masih semangat menanam, kami akan optimistis, upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mempertahankan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Sugeng Heriyanto menyampaikan dari usulan pembangunan JIAT kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, sebanyak 63 titik telah disetujui untuk dibangun. Sedangkan untuk 47 titik tambahan saat ini masih dalam proses pengajuan dan penyelesaian.
Pembangunan JIAT tersebut akan diprioritaskan di wilayah persawahan tadah hujan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan. Beberapa wilayah sasaran utama tersebut meliputi Kecamatan Gantar, Kroya, Terisi, sebagian Cikedung, dan sebagian Gabuswetan.
"Ini adalah upaya kami dalam memitigasi kekeringan yang ada di Kabupaten Indramayu. Tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama teman-teman petani, saling bersinergi itu yang paling penting," kata Sugeng.
Dukungan terhadap langkah Pemkab Indramayu juga disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia, Hermansyah. Ia menegaskan bahwa ketersediaan pasokan air merupakan faktor paling utama dalam menjaga produktivitas pertanian daerah.
"Pemerintah terus mendorong penguatan infrastruktur pengairan, termasuk JIAT dan program Listrik Masuk Sawah. Akses listrik untuk pertanian diharapkan dapat membantu petani memperoleh sumber energi untuk pompa dengan lebih mudah dan terjangkau," ujarnya.
Penyaluran bantuan dari pemerintah pusat dan daerah ini mendapat sambutan yang sangat positif dari kalangan petani setempat. Tawang, seorang petani asal Desa Krasak, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan bantuan alsintan yang telah diterima.
"Kami bersyukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya alsintan dari pemerintah pusat maupun daerah. Ketersediaan air menjadi kebutuhan utama petani agar kegiatan tanam dapat terus berlangsung dan risiko gagal panen dapat ditekan," ucapnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....