Pasar Tani Wadahi KWT Cirebon Pasarkan Olahan Pertanian dan Peternakan

  • 12 Agt 2026 16:41 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pasar Tani yang digelar Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon menjadi wadah bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memasarkan berbagai produk olahan pertanian dan peternakan kepada masyarakat. Kepala Distan Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi KWT untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk yang mereka hasilkan.

“Pasar Tani ini dilaksanakan untuk memasarkan produk-produk dari KWT,” katanya pada Selasa, 11 Agustus 2026 dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Menurutnya, produk yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut merupakan hasil olahan pertanian dan peternakan yang dikembangkan oleh KWT di Kabupaten Cirebon. Ia menilai KWT memiliki peran penting dalam mengolah hasil pertanian menjadi berbagai produk bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Produk yang kita pasarkan di sini ada produk olahan pertanian dan juga peternakan,” ujarnya.

Ia berharap Pasar Tani dapat menjadi sarana untuk memperluas pengenalan produk KWT sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas kepada konsumen. Ia juga mendorong KWT agar tidak hanya mengandalkan kegiatan yang difasilitasi pemerintah, tetapi secara bertahap mampu membangun dan mengembangkan pemasaran produknya secara mandiri.

“Harapannya, KWT dapat mandiri dan bisa memasarkan produk-produknya sendiri,” ucapnya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan pendampingan kepada KWT dalam proses pemasaran sebagai bagian dari upaya mendorong kelompok tersebut berkembang secara berkelanjutan. “Kami tentu saja membantu untuk memasarkan, dan selanjutnya mereka bisa memasarkan sendiri,” katanya.

Pasar Tani tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Distan Kabupaten Cirebon dalam menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain Pasar Tani, Distan Kabupaten Cirebon juga menggelar vaksinasi rabies yang menargetkan sekitar 300 hewan milik masyarakat.

Kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit rabies sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan. Di sisi lain, Distan Kabupaten Cirebon juga terus merespons berbagai persoalan yang dihadapi petani, termasuk laporan kekeringan yang mulai muncul di sejumlah wilayah.

Ia mengatakan penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak agar persoalan yang dihadapi petani dapat segera dicarikan solusi. “Kita harus menangani kekeringan dengan tenang dan berkoordinasi dengan stakeholder untuk mencari pemecahan yang terbaik bagi para petani,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....