Wali Kota Cirebon Tekankan Budaya Literasi Hadapi Tantangan Zaman

  • 04 Agt 2026 13:36 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Wali Kota Cirebon Effendi Edo menekankan pentingnya membangun budaya literasi sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan saat Pengukuhan Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi Kota Cirebon di Balai Kota Cirebon, Jumat, 31 Juli 2026.

Berdasarkan rilis Pemerintah Kota Cirebon, Wali Kota menilai literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara utuh, membedakan fakta dan hoaks, serta menemukan solusi atas berbagai persoalan. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan pesan mendalam terkait pembangunan sumber daya manusia.

"Kesehatan balita, pendidikan usia dini, dan literasi merupakan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan sumber daya manusia. Saya berharap seluruh pengurus mampu menyusun program yang berbasis data, berpikir analitis, dan benar-benar berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan secara berkesinambungan sejak dini. Proses tersebut dimulai dari pemenuhan kesehatan balita, dilanjutkan pendidikan anak usia dini, hingga penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kemampuan literasi akan membantu masyarakat menghadapi perkembangan informasi yang semakin cepat sekaligus memperkuat daya saing generasi muda. Karena itu, seluruh program yang dijalankan diharapkan berbasis data dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya peran Posyandu dan PAUD dalam membentuk fondasi kesehatan serta karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, keberhasilan pembangunan manusia memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk dukungan keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Cirebon Noviyanti Edo mengajak seluruh pengurus di berbagai tingkatan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Ia menilai kader di tingkat RW dan RT memiliki peran penting karena paling memahami kondisi warga.

Noviyanti berharap kolaborasi antara TP PKK, Posyandu, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi terus diperkuat agar setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi ini juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi Kota Cirebon yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....