Gelorakan SAGED, Kemenag Kota Cirebon Tingkatkan Layanan Publik
- 23 Jul 2026 13:57 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon, Kamis, 23 Juli 2026, sebagai wadah melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam penyusunan, evaluasi, serta peningkatan standar pelayanan publik menuju Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, akademisi, media, komunitas, dan pengguna layanan yang diminta memberikan kritik, saran, serta masukan terhadap kualitas pelayanan Kemenag Kota Cirebon.
Forum tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag Kota Cirebon membangun budaya kerja dan budaya pelayanan baru melalui semangat SAGED, yaitu Santun, Adaptif, Gesit, Empatik, dan Dedikatif, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pelayanan publik semakin mudah diakses, cepat, ramah, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon, Hj. Riana Anom Sari, S.E., mengatakan perubahan tersebut tidak hanya dilakukan melalui pembenahan internal, tetapi juga dengan membuka ruang partisipasi masyarakat.
"Kami sedang berbenah, kami sedang berikhtiar untuk membangun budaya kerja baru dan budaya pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semangat perubahan ini kami sebut SAGED, yaitu Santun, Adaptif, Gesit, Empatik, dan Dedikatif," ujar Riana.
Ia mengatakan budaya kerja tersebut menjadi landasan dalam membangun Zona Integritas sekaligus memperbaiki berbagai metode pelayanan agar semakin mudah diakses, cepat, ramah, dan mampu memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang datang ke Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon. Menurutnya, peningkatan fasilitas pelayanan juga terus dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman selama memperoleh layanan.
Riana menilai keberhasilan peningkatan pelayanan tidak dapat diukur hanya berdasarkan penilaian internal, sehingga pihaknya sengaja mengundang berbagai unsur masyarakat untuk memberikan evaluasi secara langsung terhadap layanan yang telah berjalan. "Kami tidak ingin berpuas diri dengan penilaian kami sendiri. Bisa jadi apa yang kami anggap baik hari ini belum tentu menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat," kata Riana.
Ia berharap peserta FKP menjadi mitra yang dapat menyampaikan kebutuhan riil masyarakat sekaligus memberikan koreksi apabila masih terdapat pelayanan yang belum memenuhi harapan. "Kami berharap Bapak dan Ibu menjadi suara kami yang lain, menjadi mata dan telinga bagi kami yang dapat menyampaikan apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat. Masukan, gagasan, bahkan koreksi dari Bapak dan Ibu adalah hadiah yang sangat berharga bagi proses perbaikan kami," ucap Riana.
Dalam forum tersebut, sejumlah instansi turut menyampaikan masukan dan peluang kolaborasi dengan Kemenag Kota Cirebon, diantaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait optimalisasi layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP), Dinas Lingkungan Hidup mengenai pembentukan bank sampah di masjid-masjid besar serta program konservasi air dan energi, serta Rumah Tahanan Negara yang mengusulkan kerjasama pemenuhan kebutuhan rohaniwan setelah memperoleh predikat dapur halal. Selain itu, Sekolah Luar Biasa (SLB) juga membuka peluang sinergi dalam pelayanan dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Riana menegaskan seluruh masukan yang diterima dalam Forum Komunikasi Publik akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan pelayanan agar Kementerian Agama Kota Cirebon semakin dipercaya masyarakat serta mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani. "Tujuan kami hari ini adalah ingin mewujudkan Kementerian Agama yang bisa melayani kepada masyarakat dengan baik. Kami sedang berusaha menuju Zona Integritas dan meraih Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani," ujar Riana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....