Pemkab Cirebon Pastikan Sekolah Rakyat Terpadu Siap Diluncurkan Akhir Juli
- 11 Jul 2026 07:14 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan Sekolah Rakyat Terpadu Kabupaten Cirebon siap diluncurkan pada 31 Juli 2026 sebagai bagian dari program nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Sekolah tersebut akan menampung 540 siswa yang berasal dari empat daerah di wilayah Ciayumajakuning.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan peluncuran Sekolah Rakyat menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan akses pendidikan di Kabupaten Cirebon. "Hari ini saya mewakili Pak Bupati mengikuti rapat koordinasi terkait Sekolah Rakyat. Insyaallah launching akan dilaksanakan pada 31 Juli tahun ini," ujarnya pada Jumat, 10 Juli 2026 dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan pemerintah pusat atas terealisasinya pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian kepada Kabupaten Cirebon sehingga tahun ini kita bisa me-launching Sekolah Rakyat," katanya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Terpadu akan menampung sebanyak 540 siswa. Sebanyak 270 siswa berasal dari Kabupaten Cirebon, sedangkan 270 siswa lainnya berasal dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kota Cirebon.
Menurutnya keberadaan sekolah tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. "Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat karena pendidikan merupakan hak seluruh warga negara," ucapnya.
Sementara itu, PIC Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon, Suratna, mengatakan persiapan menjelang operasional sekolah terus dipercepat. Penyesuaian jadwal dilakukan agar seluruh sarana dan prasarana benar-benar siap digunakan saat kegiatan belajar dimulai.
Ia menjelaskan, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula dijadwalkan pada 13 Juli kini direncanakan berlangsung pada 21 Juli 2026. "Harapannya Sekolah Rakyat Terpadu Kabupaten Cirebon bisa mulai MPLS pada 21 Juli, kemudian tanggal 30 Juli orang tua menyerahkan anak kepada pihak sekolah. Awalnya memang direncanakan tanggal 13 Juli, tetapi bukan mundur, melainkan menyesuaikan dengan kesiapan pembangunan. Kalau dipaksakan justru kurang aman bagi anak-anak," katanya.
Menurutnya secara umum seluruh persiapan selain pembangunan gedung telah berjalan sesuai rencana. Koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan dinas terkait telah dilakukan, sementara proses rekrutmen tenaga pendidik masih berlangsung melalui seleksi nasional.
"Kalau yang lain sudah siap. Tinggal bangunannya saja yang diselesaikan. Guru juga sedang dalam proses seleksi nasional," ujarnya. Ia optimistis seluruh kebutuhan operasional sekolah dapat terpenuhi sebelum peresmian dilakukan.
Terkait penerimaan peserta didik, Suratna mengatakan proses pemenuhan kuota siswa masih terus dioptimalkan. "Saat ini sedang dilakukan optimalisasi untuk memenuhi kuota siswa. Masih ada waktu dan kami optimistis kuota akan terpenuhi," katanya.
Sekolah Rakyat Terpadu Kabupaten Cirebon menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk memperluas pemerataan layanan pendidikan di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....