4 Eselon II Terisi, Bupati Dorong Inovasi & Maksimalkan PAD Majalengka

  • 24 Jun 2026 19:08 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majaengka - Langkah reformasi birokrasi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memasuki babak baru. Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, secara resmi melantik empat pejabat tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka, menandai implementasi perdana sistem Manajemen Talenta dalam promosi jabatan strategis.

Empat pejabat yang dilantik yakni Solehudin sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM), Abdul Ghoni sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Aminudin sebagai Asisten Administrasi Umum Setda (Asda III), serta dr. Egga Bramasta Akidapi sebagai Direktur RSUD Majalengka.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi tonggak awal transformasi sistem pengisian jabatan yang lebih transparan, objektif, dan terintegrasi secara digital.

"Ini adalah proses pertama kita mempromosikan pejabat tinggi pratama melalui mekanisme manajemen talenta. Jika sebelumnya menggunakan open bidding, kini kita menilai berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan seluruh prosesnya terbuka serta terhubung langsung dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ujar Eman, Rabu 24 Juni 2026

Menurutnya, sistem Manajemen Talenta memungkinkan seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan. Dari total 23 kandidat yang mengikuti penjaringan, seluruh penilaian dapat diakses secara terbuka, termasuk indikator kekuatan dan kelemahan masing-masing peserta.

Di tengah pelantikan tersebut, Bupati juga memberikan peringatan tegas terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tengah mengalami tekanan. Ia mengungkapkan bahwa APBD Majalengka tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Dulu kita mencapai 3,5 triliun, sekarang berada di angka sekitar 2,9 triliun. Ini menjadi tantangan bagi para pejabat baru untuk berpikir out of the box dan tidak bergantung semata pada anggaran," ucapnya.

Eman menekankan bahwa jabatan yang diemban harus dibayar dengan kinerja nyata. Ia meminta para pejabat yang dilantik mampu menghadirkan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat, meski dalam keterbatasan fiskal.

Lebih lanjut, ia mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai solusi strategis. Salah satu sektor yang disorot adalah potensi dari tenaga kerja asing (TKA) melalui Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang dinilai belum tergarap maksimal.

"Banyak perusahaan industri menggunakan tenaga asing, namun belum tentu seluruh izinnya tercatat di Majalengka. Ini potensi PAD yang besar dan harus dimaksimalkan," katanya.

Selain itu, sektor perizinan investasi juga menjadi perhatian. Ia meminta DPMPTSP untuk menuntaskan izin industri yang belum rampung guna mencegah kebocoran pendapatan daerah, sekaligus memperkuat target investasi daerah yang terus meningkat.

"Target investasi harus terus naik. Dengan investasi yang tinggi, laju pertumbuhan ekonomi akan ikut terdorong," ujarnya.

Dalam sektor pelayanan kesehatan, Bupati menyoroti peningkatan status RSUD Majalengka menjadi Tipe B sebagai momentum perbaikan kualitas layanan. Ia meminta direktur yang baru dilantik untuk meningkatkan pelayanan dari berbagai aspek, mulai dari kecepatan hingga infrastruktur.

"Harus ada perubahan nyata. Amanah, integritas, dan kinerja adalah hal utama. Jangan hanya perubahan jabatan, tetapi harus diikuti peningkatan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat reformasi birokrasi di Majalengka, sekaligus memperkuat kinerja pemerintahan daerah dalam menghadapi tantangan fiskal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....