Mitigasi Kemarau, Effendi Edo Hadiri Rakor Lingkungan Bersama KSAD dan Jabar 1
- 05 Jun 2026 20:33 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Komitmen memperkuat penanganan persoalan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang menjadi fokus rapat koordinasi strategis yang digelar TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah se-Jawa Barat di Aula A.H. Nasution Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026. Dalam forum tersebut, Wali Kota Cirebon Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman turut membahas pengelolaan sampah berkelanjutan serta langkah mitigasi kekeringan dan krisis air bersih.
Dalam rilis Pemerintah Kota Cirebon, rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, serta jajaran Komandan Distrik Militer Kodam III/Siliwangi.
Forum itu menjadi wadah penyamaan langkah antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, termasuk persoalan persampahan dan potensi dampak kemarau panjang yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah.
Dalam arahannya, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa persoalan sampah saat ini tidak lagi sekadar berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, ketahanan energi, dan keberlanjutan pembangunan.
“Permasalahan sampah merupakan isu yang harus ditangani secara bersama-sama. TNI AD siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau waste-to-fuel yang saat ini tengah dikembangkan di sejumlah tempat pembuangan akhir di berbagai daerah.

Teknologi tersebut dinilai mampu memberikan solusi ganda karena dapat mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi yang bernilai ekonomi, sehingga mendukung transformasi pengelolaan sampah yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Selain isu persampahan, rapat juga membahas antisipasi dampak kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, sektor pertanian, hingga ketersediaan air bersih. TNI AD menyatakan kesiapan mendukung distribusi air bersih dan berbagai langkah mitigasi melalui kekuatan aparat kewilayahan hingga tingkat desa.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi modal penting dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi modal penting dalam menghadirkan solusi yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dedi.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan forum tersebut memberikan berbagai masukan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan sampah sekaligus menyusun langkah antisipatif menghadapi musim kemarau panjang.
“Tadi banyak hal yang dibahas, terutama terkait persoalan sampah dan upaya mengantisipasi kemarau panjang. Ada beberapa opsi dan program yang disampaikan oleh Pak Gubernur maupun Pak Kasad yang bisa menjadi peluang bagi daerah,” ucap Effendi.
Ia mengatakan hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemetaan kebutuhan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, sehingga pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dapat dilakukan secara optimal apabila terjadi kekeringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....