Wali Kota Cirebon Buka Pelatihan Pendamping ABK di Kecamatan Kesambi
- 13 Mei 2026 15:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon memperkuat komitmen penyelenggaraan pendidikan inklusif melalui Pelatihan Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK/Inklusi) yang dibuka langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di Graha Pancaniti Kecamatan Kesambi pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti 132 peserta dari unsur SD, PAUD, KB, SPS, dan TPA se-Kecamatan Kesambi itu digelar untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengapresiasi inisiatif Kecamatan Kesambi yang menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk kepedulian agar seluruh anak di Kota Cirebon mendapatkan hak pendidikan yang setara tanpa terkecuali.
“Pendidikan inklusi bukan hanya soal kebijakan administratif menempatkan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Lebih dari itu, inklusi adalah perubahan cara pandang kita sebagai masyarakat dalam menerima keberagaman,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima RRI pada Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, pendidikan inklusif harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang menerima setiap anak tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental. Sekolah tidak hanya mengejar capaian akademik tetapi juga mampu merangkul keberagaman peserta didik.

“Kita ingin menciptakan sekolah yang benar-benar ramah bagi semua anak. Setiap anak harus merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi unik yang dimilikinya,” katanya.
Effendi Edo juga menilai guru dan pendamping memiliki peran penting dalam pendidikan inklusif. Karena itu, pelatihan dinilai penting untuk memperkuat kemampuan teknis dan intelektual tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan di lapangan.
“Saya memahami tugas para pendidik di sekolah inklusi bukan hal yang mudah. Karena itu, pelatihan ini penting untuk memperkuat kapasitas intelektual maupun teknis para guru agar semakin siap menghadapi tantangan di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap pendidikan inklusif dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang lebih toleran, empatik. Selain itu, pendidikan tersebut diharapkan mampu membiasakan peserta didik untuk hidup di tengah keberagaman.
“Inilah investasi jangka panjang yang sedang kita bangun bersama. Pendidikan inklusif bukan hanya tentang proses belajar di sekolah, tetapi juga tentang membentuk karakter masyarakat Kota Cirebon yang lebih terbuka dan saling menghormati,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....