Wali Kota Cirebon Buka Muskot XIX, Soroti Peran PMI dalam Kemanusiaan

  • 01 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka Musyawarah Kota (Muskot) XIX Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon di Markas PMI Kota Cirebon, Kamis, 30 April 2026. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan peran strategis PMI sebagai garda terdepan dalam penanganan persoalan kemanusiaan di masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa PMI bukan sekadar organisasi sosial. PMI juga merupakan representasi nyata kehadiran negara dalam situasi darurat, mulai dari bencana hingga kebutuhan darah.

Ia mengatakan PMI selalu hadir saat masyarakat membutuhkan. Kehadiran tersebut terlihat baik ketika terjadi banjir, kebakaran, maupun saat warga memerlukan darah dalam kondisi mendesak.

“PMI bukan sekadar organisasi sosial, tetapi merupakan wajah nyata negara dalam urusan kemanusiaan, karena selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” ujar Effendi Edo. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan rilisnya pada Kamis, 30 April 2026.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada para relawan PMI yang dinilai sebagai kekuatan utama dalam menjalankan misi kemanusiaan. Menurutnya, keberadaan relawan menjadi bukti bahwa nilai kepedulian sosial di Kota Cirebon masih terjaga dengan baik.

Ia menambahkan, para relawan PMI terus berada di garis depan dalam membantu masyarakat, sehingga menjadi faktor penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Relawan PMI menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan di Kota Cirebon masih hidup dan terus hadir membantu masyarakat di berbagai situasi,” katanya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga meningkatnya kerentanan sosial. Oleh karena itu, PMI dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas layanan.

Ia berharap melalui Muskot XIX ini dapat dihasilkan kepengurusan yang amanah. Selain itu, diharapkan pula program kerja yang mampu memperkuat respons cepat bencana dan layanan darah bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Cirebon, Edial Sanif, menyampaikan bahwa sinergi antara PMI dan pemerintah semakin kuat. Hal tersebut terutama didukung dengan adanya regulasi yang menegaskan peran keduanya dalam urusan kemanusiaan.

Menurutnya, keberadaan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendukung operasional PMI. Dukungan tersebut diperlukan agar PMI dapat berjalan secara optimal dalam melayani masyarakat.

“Pelaksanaan tugas PMI tidak bisa terlepas dari dukungan pemerintah, karena keduanya memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi kemanusiaan,” ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikan Edial terkait pentingnya sinergi antara PMI dan pemerintah.

Ia juga mengungkapkan bahwa layanan darah PMI Kota Cirebon tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat kota. Sekitar 70 persen stok darah juga dimanfaatkan oleh masyarakat dari wilayah sekitar Kota Cirebon.

Edial menambahkan bahwa meskipun kesadaran masyarakat untuk mendonor darah terus meningkat, kebutuhan darah yang fluktuatif membuat ketersediaan stok harus terus dijaga. Upaya tersebut dilakukan termasuk melalui mekanisme donor pengganti dari keluarga pasien saat stok menipis.

Melalui Muskot XIX ini, ia berharap akan lahir inovasi serta kepengurusan baru. Kepengurusan tersebut diharapkan mampu membawa PMI Kota Cirebon menjadi organisasi yang lebih modern dan tetap menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....