Pemanfaatan Pekarangan Rumah Didorong, Perempuan Jadi Kunci Ketahanan Pangan

  • 16 Apr 2026 12:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Pemerintah Kabupaten Kuningan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung langkah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengatakan ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat rumah tangga, terutama melalui pengelolaan konsumsi dan ekonomi keluarga.

“Perempuan memegang peran strategis dalam ketahanan pangan, baik sebagai pengelola konsumsi maupun pengatur ekonomi keluarga,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam dialog bersama Fatayat NU Kuningan, Kamis, 16 April 2026.

Menurut Wahyu, pemanfaatan pekarangan menjadi solusi yang mudah diterapkan masyarakat. Lahan terbatas tetap bisa dimaksimalkan dengan berbagai metode, seperti penggunaan pot, polybag, maupun sistem vertikultur.

Ia menjelaskan, pekarangan dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas, mulai dari sayuran hingga tanaman obat keluarga. Selain memenuhi kebutuhan pangan, langkah ini juga dinilai mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Tidak perlu lahan luas. Dengan pendekatan sederhana dan konsisten, pekarangan bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga bahkan menghasilkan nilai tambah ekonomi,” katanya. Selain itu, pemanfaatan pekarangan juga membuka peluang usaha skala kecil melalui penjualan hasil panen maupun produk olahan.

Untuk memperluas dampak, pemerintah daerah mendorong keterlibatan kelompok masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), dasawisma, serta organisasi perempuan seperti Fatayat NU. “Jika dilakukan secara kolektif, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” ucapnya.

Ketua Fatayat NU Kabupaten Kuningan, Dadah Samrotil Puadah, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari penguatan peran perempuan di masyarakat. “Pemanfaatan pekarangan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian perempuan dalam membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Fatayat NU akan terus menggerakkan kader di tingkat bawah agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. “Kami akan mengajak anggota untuk memanfaatkan lahan yang ada, sekecil apa pun, agar bisa memberi manfaat nyata bagi keluarga,” katanya.

Wahyu menambahkan, ketahanan pangan mencakup aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan, yang semuanya tidak lepas dari peran perempuan di tingkat rumah tangga. “Penguatan kapasitas perempuan menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan daerah,” ujarnya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....