Hampir 6000 Pengunjung Padati Festival Ramadan Kota Cirebon 2026 Setiap Hari

  • 07 Mar 2026 12:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Penyelenggaraan Festival Ramadan Kota Cirebon 2026 menjadi penggerak penting bagi perputaran ekonomi lokal selama bulan suci Ramadan. Kawasan festival tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi ratusan pelaku usaha kecil yang memanfaatkan momentum Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Berdasarkan data evaluasi terbaru, tercatat sebanyak 498 pedagang terdaftar dalam festival tersebut. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi dengan jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 6.000 orang per hari.

Tingginya jumlah pengunjung tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan para pedagang. Rata-rata omzet harian yang diperoleh pedagang tercatat mencapai sekitar Rp397.000 per hari.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan keberhasilan Festival Ramadan merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya.

“Saya bersyukur melihat geliat ekonomi kita begitu hidup. Semoga nanti sampai akhir Ramadan, suasana tetap kondusif, baik bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Effendi Edo dalam keterangan rilisnya pada Jumat, 6 Maret 2026.

Ia juga menginstruksikan kepada para lurah dan camat di wilayah sekitar lokasi festival untuk terus memantau kondisi di lapangan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kehadiran pemerintah harus dirasakan untuk memastikan festival ini benar-benar menjadi jembatan bagi masyarakat kecil untuk menjemput rezeki Lebaran,” kata menegaskan.

Selain mendorong pergerakan ekonomi, Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan publik selama festival berlangsung, terutama terkait pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

“Perekonomian memang harus bangkit, tapi jangan sampai mengabaikan hak pengguna jalan lain. Saya minta tim di lapangan lebih tegas namun humanis dalam mengatur lalu lintas. Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi wajah kota tetap tertata. Festival ini adalah wajah keramahan Kota Cirebon, maka mari kita jaga bersama kualitasnya,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan secara umum penyelenggaraan festival berjalan lancar meskipun terdapat sejumlah kendala, salah satunya faktor cuaca.

“Alhamdulillah, secara umum berjalan sesuai rencana, meski kita sering terkendala cuaca hujan yang cukup intens. Namun, respons masyarakat luar biasa beragam dan positif,” ujarnya.

Menurut Iing, kemudahan akses ke kawasan kuliner menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung festival. Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif bagi para pedagang yang memperoleh tambahan penghasilan selama Ramadan.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penertiban administratif terhadap sejumlah kendala teknis di lapangan, seperti adanya lapak kosong atau penggunaan nomor lapak yang tidak sesuai dengan data pendaftaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memastikan keadilan bagi seluruh pedagang yang telah mengikuti proses pendaftaran secara resmi.

Pemerintah Kota Cirebon juga berkomitmen menjadikan hasil evaluasi tersebut sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan festival ke depan. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya penataan ulang kantong parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas dua arah, serta penguatan sistem zonasi pedagang agar lebih tertata dan mudah diakses oleh pengunjung.

Melalui pembenahan yang berkelanjutan, Festival Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pasar musiman selama bulan puasa, tetapi juga dapat berkembang menjadi ikon wisata religi dan pusat belanja khas Ramadan yang membanggakan bagi masyarakat Kota Cirebon.

Rekomendasi Berita