Perbaikan Darurat Jembatan Lebakngok Kota Cirebon Dimulai Jumat Ini

  • 25 Feb 2026 15:02 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon memprioritaskan perbaikan Jembatan Lebakngok di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti yang terdampak cuaca ekstrem. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas dan aktivitas warga tetap berjalan lancar pada Selasa, 24 Februari 2026.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah meninjau langsung lokasi kerusakan. Peninjauan dilakukan untuk memetakan kondisi lapangan dan menyusun strategi penanganan darurat.

Dalam kunjungannya, Wali Kota didampingi Kapolres Cirebon Kota dan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung. Ia menegaskan pengerjaan fisik akan segera dimulai pekan ini.

“Kegiatan hari ini saya bersama Kapolres dan Kepala BBWS meninjau jembatan di Lebakngok yang memang sudah terkikis air. Insya Allah Pemerintah Kota dengan dukungan Kapolres dan BBWS mulai bekerja hari Jumat besok,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Cirebon, cirebonkota.go.id.

Ia menargetkan dalam beberapa minggu ke depan akses jalan dapat kembali normal. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci percepatan penanganan.

Untuk sementara, kendaraan roda dua masih dapat melintas di lokasi tersebut. Namun akses bagi kendaraan roda empat dibatasi karena kondisi struktur tanah yang belum stabil.

“Kami sudah bicara dengan Kepala BBWS untuk menguatkan jalan yang rusak dan membuat pemecah arus sekitar 50 meter dari jembatan. Kami memohon masyarakat bersabar hingga kondisi kembali normal,” ucapnya.

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro menjelaskan tahap awal yang dilakukan adalah normalisasi alur sungai. Arus sungai yang pecah dinilai menjadi penyebab utama hantaman air ke tebing dan kaki jembatan.

“Kami luruskan dulu alurnya dan buat tanggul darurat agar air tidak lagi menghantam tebing sungai. Alat berat akan kami turunkan hari Jumat, kemungkinan melalui jalur sungai,” ujar Dwi.

Ia menambahkan wilayah tersebut didominasi tanah batulempung yang mudah tererosi. BBWS merencanakan penguatan pilar jembatan menggunakan teknik riprap atau penataan batu alam.

“Normalisasi sungai ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan, setelah itu baru kita perkuat pilar-pilarnya. Ini langkah efisien untuk melindungi infrastruktur yang ada," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....