Pemkot Cirebon Tambal sementara Jalan Cipto Demi Keselamatan
- 19 Feb 2026 16:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) bergerak cepat melakukan pemeliharaan rutin berupa penambalan lubang di ruas Jalan Cipto Mangunkusumo guna mengantisipasi kecelakaan akibat genangan air di musim hujan. Langkah ini diambil sebagai respon darurat mengingat intensitas hujan yang tinggi seringkali memicu kerusakan aspal dan menciptakan lubang yang membahayakan para pengguna jalan yang melintas di area tersebut.
Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, ST, menjelaskan bahwa penanganan di Jalan Cipto saat ini bersifat sementara melalui pemeliharaan rutin sembari menunggu proses perencanaan perbaikan yang lebih permanen rampung. Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak bisa menunggu proses birokrasi yang panjang, sehingga penambalan harus segera dilakukan agar mobilitas warga tetap berjalan aman tanpa dihantui risiko kecelakaan akibat jalan rusak.
"Karena kalau misalnya nunggu proses kegiatan , rehab atau kegiatan besarnya, dia akan lama, sehingga malah membayangkan pengguna kendaraan," ujar Rachman sebagaimana dikutip dari unggahan video di akun Instagram @pemdakotacrb pada Rabu, 18 Februari 2026.
Meskipun saat ini hanya berupa tambalan, Rachman menegaskan bahwa sudah ada wacana besar untuk melakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh (rehab) di ruas Jalan Cipto Mangunkusumo pada tahun anggaran 2026 ini. Target pelaksanaan peningkatan kualitas jalan tersebut diproyeksikan akan mulai berjalan maksimal pada triwulan kedua, atau diperkirakan segera setelah masa libur Lebaran usai.
Selain Jalan Cipto, program perbaikan aspal ini juga direncanakan akan menyasar ruas jalan protokol lainnya seperti Jalan Wahidin dan Jalan Kartini yang juga memerlukan pelapisan ulang. DPUTR mencatat terdapat sekitar 5 hingga 10 ruas jalan utama yang masuk dalam program rehabilitasi besar-besaran tahun ini, sementara ruas lainnya tetap dipantau melalui tim pemeliharaan rutin.
Dalam kesempatan tersebut, Rachman juga berpesan penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga infrastruktur yang telah diperbaiki oleh pemerintah, terutama terkait sistem drainase. Masyarakat diimbau untuk tidak menutup saluran air dengan beton secara permanen atau membuang sampah sembarangan yang dapat memicu penyumbatan saluran dan merusak badan jalan akibat luapan air.
Pemerintah Kota Cirebon berharap sinergi antara pemerintah dan warga dapat tercipta, di mana warga diharapkan aktif melaporkan titik kerusakan melalui kanal lapor.go.id jika menemukan lubang yang membahayakan. "Kesadaran untuk membantu mengalirkan genangan air di depan rumah atau tempat usaha ke saluran drainase terdekat juga sangat diapresiasi demi umur panjang aspal jalan kita bersama," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....