Lahan Pemakaman di Pusat Kota Kuningan Makin Terbatas
- 31 Agt 2026 22:01 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Keterbatasan lahan pemakaman umum menjadi salah satu persoalan yang disampaikan warga perkotaan dalam reses Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Saw Tresna Septiani. Aspirasi tersebut disampaikan warga Kelurahan Kuningan yang berada di kawasan pusat kota.
Selain Kelurahan Kuningan, reses juga digelar di Desa Puncak dan Kelurahan Cigadung. Masing-masing wilayah menyampaikan kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi masyarakat.
Di Kelurahan Kuningan, warga menyoroti semakin terbatasnya lahan pemakaman umum. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian karena ketersediaan lahan di kawasan perkotaan semakin terbatas.
Warga juga menyampaikan aspirasi terkait perhatian terhadap kebutuhan kifayah di wilayah kelurahan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kuningan dari Fraksi Golkar, Saw Tresna Septiani, mengatakan aspirasi masyarakat akan tetap diperjuangkan meski kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi berbagai keterbatasan.
"Tentu kepentingan warga akan kami perjuangkan. Kita bersyukur untuk Kelurahan Kuningan jalan lingkungannya sudah baik. Tetapi kondisi keuangan daerah sekarang memang sedang tidak baik-baik saja," ujar Saw Tresna, Senin 31 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, saat pengesahan APBD, postur anggaran daerah berada di kisaran Rp2,7 triliun. Namun, pendapatan asli daerah (PAD) hanya sekitar Rp460 miliar sehingga kemampuan pembiayaan pembangunan masih bergantung pada dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Sejauh ini memang kita masih bergantung pada bantuan provinsi dan pusat. Ketika ada koreksi pada perubahan anggaran, bantuan dari provinsi dan pusat juga berkurang. PAD kita pun mengalami penurunan dari target yang sudah ditetapkan," katanya.
Menurutnya, tekanan fiskal tersebut turut memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan masyarakat.
Kondisi itu semakin terasa di wilayah kelurahan karena karakteristik pembiayaannya berbeda dengan desa yang memiliki sumber anggaran melalui Dana Desa.
"Kelurahan memang minim anggaran sekali. Karena itu harus banyak komunikasi dengan anggota dewan maupun bupati, agar program pembangunan bisa dibantu dari anggaran lain," tuturnya.
Saw Tresna menilai komunikasi antara masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, dan kepala daerah menjadi penting agar berbagai aspirasi tetap dapat diperjuangkan melalui sumber pembiayaan yang tersedia.
Sementara itu, warga Desa Puncak menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan sarana air bersih. Mereka berharap adanya dukungan untuk pembangunan jaringan pipanisasi yang menghubungkan sumber air dengan permukiman serta lahan pertanian masyarakat.
Adapun warga Kelurahan Cigadung menyampaikan aspirasi mengenai penataan alun-alun, termasuk pembangunan atau penataan jembatan penghubung yang berada di kawasan tersebut.
Khusus mengenai lahan pemakaman di Kelurahan Kuningan, Saw Tresna mengakui persoalan tersebut sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Terlebih, wilayah tersebut berada di pusat kota dengan ketersediaan lahan yang semakin terbatas.
"Untuk wilayah Kelurahan Kuningan di pusat kota, lahan pemakaman memang sudah penuh. Ini menjadi aspirasi yang mesti diperjuangkan," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....