Legislator Jabar Jenguk Keluarga Korban Bayi Meninggal

  • 22 Jul 2025 12:58 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Kuningan : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Ika Siti Rahmatika, bersama Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, menunjukkan rasa empati dan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa pasutri Andi dan Irmawati, korban kasus dugaan malpraktik bayi meninggal dalam kandungan di RSUD Linggajati.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk selalu bersama masyarakat dalam suka maupun duka.

Dalam kesempatan tersebut, Ika Siti Rahmatika, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Kesehatan di DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat, menyatakan rasa sedihnya atas kejadian ini. Ngi

"Kebetulan tugas kami, alhamdulillah, setiap ada kegiatan atau momen apa saja, harus bersama-sama dengan Fraksi PDI Perjuangan yang ada di dapil kami," ujar Ika di rumah korban, Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Selasa (22/7/2025).

Ia menambahkan kunjungannya kali ini adalah untuk menengok keluarga yang tertimpa musibah.

"Sebagai seorang ibu, kesedihan itu ada. Tapi ini juga mungkin takdir dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mudah-mudahan tidak terulang lagi dan mudah-mudahan diberikan kesabaran," lanjutnya, menyampaikan harapannya agar keluarga korban diberikan kekuatan.

Dijelaskannya, Irmawati merupakan anak Ketua Ranting PDI Perjuangan di Kelurahan Cipari, yang menjadikan kunjungan ini juga sebagai silaturahmi dengan keluarga besar PDI Perjuangan.

"Jadi, alhamdulillah kami bisa sowan, terus bisa bela sungkawa juga dan mudah-mudahan secepatnya pulih," tambah seraya berharap mental keluarga korban dapat segera pulih dari trauma.

Sementara itu, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy turut menyampaikan tanggapannya. "Ini sebagai bentuk empati kami, baik selaku Ketua DPRD maupun keluarga besar PDI Perjuangan yang kebetulan hadir di sini," jelasnya.

Pihaknya menjelaskan dirinya bersama Fraksi PDI Perjuangan lainnya merasa sangat berempati kepada korban yang mengalami cobaan berat.

"Harapannya mungkin bisa melahirkan seorang anak kesayangan yang sudah ditunggu-tunggu, tapi ternyata karena takdir, musibah Allah, akhirnya belum diberi kesempatan," kata Nuzul mengacu pada informasi yang diterima terkait impian orang tua tersebut untuk memiliki anak.

Meskipun berat, pihaknya menekankan pentingnya kesabaran dan introspeksi bagi semua pihak.

"Ini merupakan cobaan, dan mari diambil hikmah. Pertama introspeksi untuk kita semua, baik keluarga Pak Andi dan istrinya, maupun kita semua. Kalau misalnya itu ada kelalaian, nah kita sebagai bahan introspeksi," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, suami korban Andi mengungkapkan rasa senangnya atas kunjungan para pejabat ini.

"Senang, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Semangat jadinya," ucapnya. Pihaknya juga merasakan perbandingan mental yang signifikan setelah dikunjungi, merasa lebih semangat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....