Jemaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan usai Kembali dari Tanah Suci
- 24 Jun 2026 08:19 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majalengka mengimbau para jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci untuk tetap menjaga kondisi kesehatan. Imbauan tersebut disampaikan seiring berlangsungnya proses pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Majalengka secara bertahap.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, mengatakan jemaah yang telah menyelesaikan ibadah haji perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Menurutnya, perubahan pola aktivitas selama menjalankan ibadah haji dapat memengaruhi kondisi kesehatan jemaah saat kembali ke tanah air. Oleh karena itu, masa pemulihan setelah kepulangan perlu dimanfaatkan dengan baik.
"Himbauannya tetap jaga kesehatan karena bagaimanapun pasca haji tentu akan banyak hal yang berbeda dari kebiasaan, baik cara makan, istirahat dan lain sebagainya," katanya pada Senin 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, selain menjalani aktivitas ibadah yang padat, para jemaah juga harus menempuh perjalanan udara yang cukup panjang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kelelahan sehingga membutuhkan waktu adaptasi setelah tiba di rumah masing-masing.
Ia memperkirakan perjalanan dari Arab Saudi menuju Indonesia dapat berlangsung hingga belasan jam. Karena itu, jemaah diharapkan tidak langsung melakukan aktivitas berat setelah tiba di daerah asal.
"Apalagi setelah melalui perjalanan yang panjang, saya kira sekitar 10 sampai 20 jam perjalanan. Jemaah haji diharapkan sampai di rumah tetap disiplin menjaga kesehatan," ujarnya.
Selain menjaga pola makan dan istirahat, para jemaah juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan secara berkala. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan setelah perjalanan jauh.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah haji yang baru kembali. Pemantauan diprioritaskan bagi jemaah yang masuk kategori berisiko tinggi.
"Iya, tetap. Dari Dinas Kesehatan untuk jemaah haji yang berisiko," katanya saat menjelaskan mekanisme pemantauan kesehatan jemaah pascakepulangan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Majalengka memperoleh alokasi jemaah dalam empat kloter. Terdiri dari Kloter 6 KJT yang merupakan kloter utuh Majalengka, kemudian Kloter 23 sebanyak 164 orang, Kloter 29 sebanyak 52 orang dan Kloter 39 sebanyak 75 orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....