Ustaz Abdul Majid: Haji Wajib Hanya Sekali Seumur Hidup
- 25 Mei 2026 20:06 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Ustaz Abdul Majid menegaskan bahwa kewajiban ibadah haji bagi umat Muslim hanya berlaku satu kali seumur hidup bagi yang telah memenuhi syarat kemampuan. Hal tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon pada Minggu, 17 Mei 2026.
Penjelasan ini menanggapi pertanyaan pendengar mengenai anggapan kewajiban haji, di tengah fenomena masyarakat yang kerap berangkat berulang kali. Menurutnya, karakteristik ibadah haji berbeda dengan salat lima waktu yang harus dilakukan secara rutin setiap hari.
"Haji itu memang benar cukup sekali seumur hidup. Jadi kewajibannya berbeda dengan salat lima waktu, kalau salat itu berulang, tetapi kalau haji cuma satu kali," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setelah menunaikan haji wajib, seseorang tetap dapat kembali ke Tanah Suci untuk beribadah. Namun, pelaksanaan haji atau umrah berikutnya tersebut sudah beralih status menjadi amalan sunnah.
"Kalau kewajibannya sudah dilaksanakan, selanjutnya cukup dengan umrah atau kalau ingin haji lagi ya sifatnya sunnah," katanya.
Selain itu, Ustaz Abdul Majid juga mengulas istilah haji syariat dan haji hakikat yang sempat ditanyakan oleh pendengar. Ia menekankan bahwa esensi ibadah haji tidak boleh berhenti pada pelaksanaan ritual formal semata.
"Kalau secara syariat, haji itu niat berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah. Tetapi secara hakikat, ada nilai-nilai yang harus dibawa pulang dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rangkaian ibadah seperti tawaf, sai, hingga wukuf di Arafah mengandung hikmah kehidupan yang mendalam. Seluruh ritual tersebut seharusnya membentuk perilaku seseorang menjadi lebih baik setelah kembali ke tanah air.
"Diharapkan orang yang sudah berhaji kemudian tingkah lakunya juga harus selayaknya orang yang sudah berhaji. Jangan sampai masih sering melakukan hal-hal yang kurang baik," ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemabruran haji tidak diukur dari status sosial atau gelar setelah pulang dari Makkah. Indikator utama keberhasilan ibadah tersebut adalah perubahan sikap, akhlak, dan keteladanan di tengah masyarakat.
"Kalau hajinya benar, tentu ada perubahan dalam dirinya. Jadi bukan hanya gelarnya saja, tetapi nilai hajinya juga harus terasa," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....