Kloter 40 KJT Gabungan Tiga Daerah Didominasi Jemaah Risti
- 20 Mei 2026 19:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Sebanyak 177 orang yang terdiri dari 174 jemaah haji dan 3 petugas asal Kabupaten Cirebon tergabung dalam Kloter 40 KJT yang diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Rabu, 20 Mei 2026. Mereka terbang melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka menuju Bandara King Abdulaziz International (JED), setelah sebelumnya dilepas dari Asrama Haji Watubelah pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 12.30 WIB dan transit di Embarkasi Haji Indramayu.
Plt. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon, H. Ahmad Khotib Haryanto, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa Kloter 40 KJT merupakan kloter gabungan yang terdiri atas jemaah asal Kabupaten Cirebon, Indramayu, dan Purwakarta. Ia mengatakan, rombongan dijadwalkan berangkat dari BIJB Kertajati sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurutnya, seluruh proses keberangkatan berjalan sesuai tahapan. Proses tersebut, dimulai dari pelepasan jemaah di Asrama Haji Watubelah menuju Embarkasi Indramayu pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB hingga keberangkatan menuju bandara pada hari berikutnya.
Berdasarkan data kesehatan, total jemaah dan petugas Kloter 40 KJT mencapai 315 orang, terdiri atas 137 laki-laki dan 178 perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 202 orang masuk kategori risiko tinggi (risti), meliputi 73 kategori berat, 31 kategori sedang, dan 98 kategori ringan.
Selain itu, tercatat sebanyak 122 jemaah berusia di atas 60 tahun. Sebanyak 21 orang membutuhkan kursi roda, dua orang memerlukan alat bantu tongkat, dan satu jemaah memerlukan pengawasan khusus, sementara tidak terdapat jemaah tertunda maupun kondisi kegawatdaruratan selama penerbangan.
Ahmad Khotib mengingatkan jemaah agar tetap menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia juga meminta jemaah membatasi aktivitas tertentu menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Yang penting menjaga kesehatan, jangan terlalu capek, jangan memaksakan di sana kalau memang tidak terlalu penting. Sekarang situr ditiadakan dulu sampai Armuzna, jadi jaga kesehatan, makan teratur, banyak minum supaya jangan dehidrasi, serta makan buah secukupnya.” ujarnya kepada RRI pada Rabu, 20 Mei 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....