Finalisasi Visa dan Manasik Jadi Fokus jelang Masuk Asrama Haji
- 19 Apr 2026 20:24 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Proses finalisasi data dan dokumen jemaah haji terus dilakukan menjelang keberangkatan kloter pertama pada 21 April 2026. Seluruh tahapan dipastikan berjalan sesuai jadwal agar jemaah dapat masuk asrama tanpa kendala administratif.
Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Ekonomi, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Indramayu, Nurali, S. PdI., menjelaskan bahwa proses kepasporan dan visa telah dilakukan sejak awal. Pengajuan visa dilakukan melalui sistem Bio Visa dan telah mendapat persetujuan dari pihak Kerajaan Arab Saudi.
"Untuk dokumentasi yang pertama paspor, kepasporan kita sudah di awal sudah ngirim visa melalui Bio Visa dan sudah dapat jawaban, jadi yang berangkat di gelombang pertama atau kloter pertama pada tanggal 21 April itu nanti dimaksimalkan sudah dapat visanya, sudah fix orang-orangnya, jadi sudah ada jawaban dari Kerajaan Saudi," ujarnya kepada RRI Rabu, 15 April 2026.
Selain administrasi, pembinaan jemaah juga menjadi perhatian utama menjelang keberangkatan. Pembinaan tersebut dilakukan melalui kegiatan bimbingan manasik (bimsik) yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai tingkatan.
"Untuk persiapan jemaah menuju ke sana biasanya dibekali yang pertama yang masuk ke KBIHU itu ada bimsik selama 14 hari, ada juga yang mandiri, bimsik bimbingan manasik 15 kali, terkait pengenalan syarat rukun serta tata teknis di sana," ucapnya.
Ia menambahkan, bimbingan manasik tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat kecamatan. Pembinaan ini bertujuan memperkuat kesiapan fisik, mental, serta pemahaman teknis ibadah haji bagi para jemaah.
"Di kabupaten sudah dilaksanakan sekali pada tanggal 4 April kemarin, kemudian di tingkat kecamatan juga ada selama satu minggu, sehingga kesiapan fisik dan mental jemaah juga dibentuk melalui bimsik tersebut," katanya.
Sementara itu, kesiapan kesehatan jemaah juga menjadi syarat penting sebelum pelunasan biaya haji dilakukan. Setiap jemaah wajib menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) sebagai bagian dari syarat istitha’ah kesehatan.
"Untuk jemaah sebelum melakukan pelunasan ada istitha'ah kesehatan, jadi sebelum melunasi ada syarat MCU agar kesehatannya terjaga hingga keberangkatan, dan jika hasil kesehatannya tidak memenuhi syarat maka tidak bisa melunasi atau berangkat," ujarnya.
Selain pemeriksaan awal, jemaah yang memiliki riwayat penyakit tetap mendapatkan pendampingan lanjutan dari tenaga kesehatan. "Setiap kelompok terbang juga akan didampingi dokter dan perawat guna memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau selama perjalanan ibadah haji," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....