Eceng Gondok Waduk Darma: Wisata Tumbuh, Masalah Mengapung

  • 30 Apr 2026 20:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - “Kalau debit air kecil, eceng gondok tidak terbawa arus. Jadi menumpuk di sini, nyangkut di batu dan pinggir sungai, " kata Dedi Darmadi, Warga Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, saat melontarkan aspirasinya melalui sebuah video yang diunggah ke media sosial.

Di Sungai Cisanggarung, Kadugede, tumpukan eceng gondok bukan lagi kejadian sesekali. Bagi warga seperti Deni Darmadi, kondisi itu menjadi rutinitas baru gulma air yang datang dari hulu dan berhenti di halaman mereka.

Hulunya adalah Waduk Darma. Dan apa yang terjadi di sana, kini mulai terlihat dampaknya di hilir.

Dengan luas genangan sekitar 425 hektare, Waduk Darma selama ini dikenal sebagai sumber irigasi sekaligus destinasi wisata unggulan di Jawa Barat bagian timur.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, permukaan airnya berubah. Hamparan eceng gondok menutup sebagian waduk, membentuk lapisan tebal yang terus bergerak mengikuti angin dan arus.

Tanaman air yang berasal dari Amerika Selatan ini bukan sekadar mengganggu pemandangan. Ia menghalangi cahaya matahari, menurunkan kadar oksigen, dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Dalam jangka panjang, ia mempercepat pendangkalan perlahan, tetapi pasti.

Ketika Hama Eceng Gondok “Bocor” ke Sungai

Masalah menjadi lebih nyata saat eceng gondok keluar dari waduk. Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk–Cisanggarung menyebut, limpasan terjadi ketika hujan deras dan angin kencang merusak penghalang tanaman. Saat bendungan dalam kondisi limpas, eceng gondok ikut terbawa ke pelimpah dan mengalir ke Sungai Cisanggarung.

Di hilir, dampaknya langsung terasa. Aliran air melambat. Tanaman tersangkut di bebatuan. Sebagian menutup permukaan sungai.

Bagi warga, ini bukan lagi soal estetika. Saat membusuk, eceng gondok mengubah kualitas air yang sama yang mereka gunakan setiap hari.

Pembersihan yang Tak Pernah Selesai

Upaya pembersihan sebenarnya rutin dilakukan. Eceng gondok diangkat secara manual, juga dengan alat berat. Namun ada satu masalah yang terus berulang: kecepatan.

“Pertumbuhannya lebih cepat dari penanganannya,” ujar Yadi Juharyadi, Kepala Desa Darma. Artinya, pembersihan hanya memindahkan masalah bukan menyelesaikannya.

Hari ini dibersihkan, besok tumbuh kembali. Di titik ini, eceng gondok tidak lagi sekadar persoalan lingkungan. Ia berubah menjadi cermin dari tata kelola.

Sebagai kawasan wisata, Waduk Darma dikelola oleh PT Jaswita Jabar, badan usaha milik daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun peran pengelola dalam persoalan ini mulai dipertanyakan.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyebut penanganan selama ini lebih banyak dilakukan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat. “Selama ini kami yang bergerak. Peran Jaswita belum maksimal,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Pernyataan itu membuka satu celah penting, ketika manfaat ekonomi berjalan, tetapi beban lingkungan ditangani pihak lain. Di sisi lain, Penggiat lingkungan, Nanang Subarnas, menilai persoalan ini tidak akan selesai jika hanya dilihat dari permukaan.

“Penanganannya masih sebatas pembersihan. Padahal yang dibutuhkan adalah pengendalian dari hulu,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok berkaitan dengan kondisi perairan, aktivitas di bantaran waduk, hingga lemahnya pengelolaan terpadu. Tanpa perubahan pendekatan, pembersihan hanya akan menjadi rutinitas tanpa hasil jangka panjang.

Waduk Darma kini berada di dua jalur yang tampak berjalan bersamaan, tetapi belum tentu searah. Di satu sisi, kawasan ini terus dipromosikan sebagai destinasi wisata. Di sisi lain, tekanan ekologis justru semakin nyata.

Pertanyaannya bukan lagi apakah eceng gondok harus dibersihkan. Tetapi apakah pengelolaan kawasan sudah dirancang untuk mencegahnya sejak awal.

Yang Mengapung, dan yang Tenggelam

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari PT Jaswita Jabar mengenai strategi jangka panjang penanganan eceng gondok di Waduk Darma. Sementara itu, di hilir, warga terus berhadapan dengan dampaknya.

Eceng gondok adalah sesuatu yang mudah dilihat mengapung di permukaan, bergerak perlahan, lalu menumpuk. Namun persoalan yang menyertainya tidak sesederhana itu.

Ia menyangkut koordinasi, tanggung jawab, dan arah pengelolaan. Dan seperti banyak hal lain di waduk ini, yang terlihat di permukaan mungkin hanya sebagian kecil dari apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....