Beli Obat Kenakan Baju Persib, Remaja di Cilimus Dikeroyok

  • 11 Mei 2026 19:37 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Video kericuhan di Jalan Raya Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, viral di media sosial, Minggu, 10 Mei 2026, malam. Dalam video yang beredar, tampak sekelompok orang berlarian dan berkerumun di pinggir jalan usai pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026.

Di balik kericuhan tersebut, seorang remaja berinisial FN (15), warga Kecamatan Cilimus, diduga menjadi korban pengeroyokan. Korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan medis di RS Linggarjati.

Adik ipar korban, Arian, menuturkan insiden bermula saat FN pulang mengaji selepas magrib. Saat itu, korban diminta keluarga untuk membeli obat, bensin, dan beberapa kebutuhan lainnya di sekitar Caracas.

“Adik saya keluar rumah sendirian memakai baju Persib. Setelah beli bensin dan membeli kebutuhan lainnya, tiba-tiba dipepet rombongan berpakaian hitam,” kata Arian.

Menurut Arian, rombongan tersebut datang dari arah timur menuju barat. Tanpa banyak bicara, korban langsung ditendang, dipukuli, hingga diseret ke area ruko di sekitar lokasi kejadian.

“Adik saya dipukuli di situ. Ditendang, dipukul pakai tangan kosong dan benda tumpul,” ujarnya.

Keributan yang terjadi di pinggir jalan sempat mengundang perhatian warga sekitar. Beberapa warga kemudian berupaya membubarkan massa dan menolong korban yang sudah dalam kondisi terluka.

Akibat kejadian tersebut, FN mengalami lebam dan bengkak di kaki kanan, luka di siku kiri, serta cedera cukup parah di bagian punggung. Menurut keluarga, saat dipukuli korban berusaha melindungi kepala dengan posisi tengkurap.

“Punggungnya lumayan parah karena dia posisi jongkok sambil melindungi kepala,” kata Arian.

Tak hanya korban yang mengalami luka, sepeda motor milik FN juga dilaporkan dirusak. Kendaraan itu disebut dihantam menggunakan batu dan benda keras lainnya hingga mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Arian memastikan adiknya tidak melakukan tindakan provokasi sebelum kejadian berlangsung. Ia mengaku telah menanyakan langsung kepada korban mengenai kemungkinan adanya perselisihan sebelumnya.

“Saya tanya tegas ke adik saya, apakah ada provokasi atau memancing keributan. Dia jawab tidak tahu kenapa dipukuli,” ucapnya.

Keluarga korban pun langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Cilimus pada malam kejadian. Penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan ke Satreskrim Polres Kuningan.

Di sisi lain, video kerusuhan usai nonton bareng pertandingan Persib melawan Persija terus menjadi perhatian publik. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah orang berpakaian gelap berkumpul di tepi jalan sambil berteriak dan melakukan aksi kejar-kejaran.

Menanggapi video viral tersebut, Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiyono mewakili Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar mengatakan situasi di wilayah Cilimus kini telah kembali kondusif.

Menurutnya, pengamanan pertandingan sebenarnya sudah menjadi perhatian aparat kepolisian sejak awal, terutama di sejumlah titik lokasi nonton bareng yang dipadati warga.

“Sudah kondusif, dan kemarin pun sejumlah petugas Polres disusul anggota Polsek setempat melakukan patroli di sejumlah titik lokasi nonton bareng,” kata AKP Mugiyono saat dikonfirmasi RRI pada Senin, 11 Mei 2026.

Pihak kepolisian juga disebut masih melakukan pendalaman terkait insiden pengeroyokan yang menimpa FN, termasuk menelusuri rekaman CCTV dan keterangan para saksi di lokasi kejadian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....