BNN Cirebon Sebut Mayoritas Penyalahguna Narkoba Berasal Usia Pekerja

  • 03 Apr 2026 10:41 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Paparan asap dari penyalahgunaan narkotika melalui liquid vape maupun ganja tetap berisiko bagi orang di sekitarnya, meski tidak selalu langsung membuat hasil tes positif, sementara mayoritas penyalahguna justru berasal dari usia produktif yang sudah bekerja dan memiliki kemandirian finansial. Kondisi tersebut membuat ancaman tidak hanya menyasar pengguna aktif, tetapi juga lingkungan terdekat, termasuk keluarga dan pasangan yang berpotensi ikut terpapar secara pasif maupun terdorong untuk menggunakan.

Penyuluh Narkoba BNN Kota Cirebon, Vica Astrilia Wardhani, menjelaskan paparan asap dari vape narkotika dapat berdampak pada orang di sekitar layaknya perokok pasif. Menurutnya, risiko lebih terlihat pada potensi kerusakan organ akibat paparan berulang dalam ruang tertutup dengan sirkulasi udara terbatas.

Ia menuturkan bahwa meski tidak selalu langsung terdeteksi, paparan berulang tetap memungkinkan adanya residu dalam tubuh. “Mungkin pada saat itu tidak positif, tapi begitu metabolisme tubuh kita bekerja, nah itu kan sedikit banyak residu atau kan bentuknya dua, pemanggaran tubuh kita. Nah setelah terpaan beberapa kali dan durasi yang lebih lama, nah bisa jadi itu kita tes urin depan mungkin hasilnya belum positif.” ujarnya kepada RRI, Kamis, 2 April 2026.

Vica menambahkan, hasil tes urin dapat berubah setelah proses metabolisme tubuh berlangsung beberapa jam hingga keesokan hari. Menurutnya, kondisi tersebut juga berlaku pada paparan liquid vape yang mengandung narkotika, terutama jika terjadi secara terus-menerus dalam durasi tertentu.

Selain risiko paparan pasif, ia mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkoba justru didominasi kelompok usia produktif yang sudah bekerja. “Kalau untuk penyalahgunaan narkoba ya, itu hampir 59 persen itu sebenarnya pekerja di usia produktif. Karena apa? Karena satu, apa namanya, dia sudah punya uang sendiri, punya penghasilan sendiri, itu kedua, sudah punya rumah sendiri juga, dan mereka merasa sudah dewasa dan tidak ada yang mengaturnya lagi" ucapnya.

Ia menyebutkan, kelompok pelajar memang tetap memiliki risiko, namun jumlahnya lebih kecil dibanding pekerja. Menurutnya, kebebasan finansial dan lingkungan pergaulan menjadi faktor yang membuat pekerja lebih rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Vica juga menilai penggunaan narkoba dapat melibatkan pasangan atau orang terdekat, terutama ketika salah satu pihak lebih dulu menggunakan. Kondisi tersebut membuat lingkungan keluarga menjadi kelompok yang turut berisiko, baik karena paparan pasif maupun dorongan untuk ikut menggunakan demi menyesuaikan dengan pasangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....