Masa Non-Tahapan Waktu Strategis Bangun Fondasi Pengawasan

  • 04 Mar 2026 08:48 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pengawas pemilu dituntut terus meningkatkan kapasitas dan integritas, termasuk saat memasuki masa non-tahapan. Hal itu disampaikan Koordinator Divisi SDM dan Diklat Bawaslu Kabupaten Cirebon, Abdul Kholik, dalam program Ngabuburit Pengawasan Episode 2 yang tayang di kanal YouTube Bawaslu Kabupaten Cirebon, Senin, 2 Maret 2026.

Abdul Kholik mengajak seluruh jajaran memaknai Ramadan sebagai momentum pembinaan diri. “Alhamdulillah kita diberi kesempatan untuk bertemu bulan Ramadan. Bulan yang bukan hanya penuh ampunan, tapi juga bulan pembinaan dan peningkatan kapasitas diri,” ujarnya.

Ia menekankan, nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan sifat amanah, siddiq, tabligh, dan fathonah menjadi fondasi integritas dalam menjalankan tugas pengawasan. “Inilah yang sekarang kita sebut sebagai sikap integritas,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya masa non-tahapan yang kerap dipandang lengah. “Dalam konteks kelembagaan pengawasan pada masa non-tahapan seringkali dipandang sebagai periode yang relatif lengah. Padahal justru pada masa inilah pondasi pengawasan yang kuat harus dibangun,” katanya.

Ia menambahkan, pengawas pemilu memiliki tanggung jawab menjaga kualitas demokrasi secara berkelanjutan. Tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika regulasi hingga potensi pelanggaran yang variatif, menuntut SDM yang adaptif dan profesional, “Maka tentu menuntut sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menyebut, masa non-tahapan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan, diskusi rutin, serta penguatan literasi regulasi. “Pengawas pemilu tidak hanya dituntut memahami peraturan perundang-undangan, tetapi juga dituntut mampu memiliki analisis komunikasi publik, manajemen konflik hingga penguasaan teknologi informasi untuk mendukung pengawasan berbasis data,” katanya.

Penguatan kapasitas tersebut dinilai semakin relevan menghadapi agenda demokrasi mendatang. “Persiapan yang matang sejak dini akan menentukan efektivitas pencegahan pengawasan dan penindakan pelanggaran di masa tahapan nanti,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar kerja-kerja pengawasan tidak semata berorientasi formalitas, tetapi juga bernilai ibadah. “Sehingga kerja-kerja kita di lembaga Bawaslu bukan hanya kerja yang berorientasi profit, akan tetapi juga kita mengharapkan pahala atas apa yang sudah kita kerjakan sehingga apa yang kita kerjakan di tempat kerja kita menjadi ibadah,” ucpnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....