Mengenal Lebih dalam Aksi Moshing
- 23 Jul 2024 14:15 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Pecinta musik cadas pasti sudah tidak asing dengan istilah ‘Moshing’. Hal itu dinilai sebagai sebuah budaya yang cukup sering hadir dalam berbagai pagelaran musik keras. Namun, bagaimana moshing ini bisa menjadi budaya yang identik dengan musik keras?
Istilah moshing ini diambil dari kata mosh. Istilah moshing tersebut datang dari penamaan sebuah fanzine yang mendukung gerakan hardcore punk di Amerika Serikat pada tahun 1980-an. Dimana moshing ini dianggap sebagai sebuah tarian dengan cara mendorong atau membantingkan diri ke satu sama lain.
Untuk dapat melalukan moshing, para penonton yang ingin melakukan gerakan tersebut harus sukarela membuat lingkaran khusus yang disebut Mosh Pit. Gunanya lingkaran ini merupakan wilayah aman untuk melakukan moshing agar tidak melukai orang lain yang tidak melakukan gerakan tersebut.
Moshing dianggap oleh banyak orang sebagai bentuk ekspresi diri dan pelepasan energi yang positif, tetapi hal itu tak membuat moshing lepas dari kontroversi. Ada kekhawatiran tentang keamanan dikarenakan aktivitas ini bisa mengakibatkan cidera.
Seiring berjalannya waktu, budaya moshing ini tidak hanya dilakukan di konser-konser punk, ska, hardcore, atau rock, tetapi juga musik-musik metal. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa pemandangan moshing akan selalu terlihat di konser musik cadas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....